Bule di Bali Ngamuk Direkam Diam-Diam Bagian Tubuhnya saat di Pantai

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang bapak-bapak merekam bokong perempuan Warga Negara Asing (WNA) di pantai viral di media sosial. Dalam video tersebut, bule marah dan merampas handphone sang bapak usai mengetahui aksi perekaman.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun menanggapi video viral tersebut. Menurutnya, merekam bule tidak boleh dilakukan karena tergolong privasi.

"Yang begitu-begitu tidak boleh, itu privasi orang," kata Pemayun, saat dihubungi Jumat (26/8).

Dia mengaku sedang berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata serta Desa Adat untuk mengetahui lokasi viralnya video itu. Bila sudah diketahui, dia meminta agar ditindaklanjuti dan diedukasi sehingga tidak terulang.

"Saya mau tanya dulu, lokasi saya tidak tahu. Kalau saya tahu, saya berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata setempat dulu biar dia cek kembali. Kalau itu memang di bawah naungan Desa Adat, kami komunikasi sama Desa Adat," imbuhnya.

Dia menyebutkan, bila WNA melakukan tindakan yang tidak baik maka langsung dideportasi. Namun, bila warga lokal melakukan hal negatif harus diperingatkan dan diedukasi agar tidak merusak citra pariwisata Bali.

"Iya memang hal-hal seperti ini, perlu kita agak strike. Kita sendiri dengan warga asing kalau melakukan perilaku yang kurang bagus, kita deportasi. Jangan lagi kita merusak (citra pariwisata)," ungkapnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar menjaga citra pariwisata Bali, sehingga wisatawan yang datang merasa nyaman dan aman. Apalagi, menurutnya pariwisata di Pulau Dewata baru dibuka 7 Maret 2022 lalu dan baru mulai ramai kunjungan.

"Bali sebagai destinasi saja tidak hanya untuk wisatawan tapi untuk kita sendiri di lingkungan masing-masing agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan kita semua. Bagaimanapun juga, Bali tergantung kepada pariwisata sehingga marilah bersama-sama menjaga, sesuai dengan aturan," ujarnya. [tin]