Bule Rusia Foto Telanjang di Pohon Sakral Bali untuk Konten Media Sosial

Merdeka.com - Merdeka.com - Perempuan warga negara asing yang berfoto telanjang di pohon sakral kawasan suci Pura Babakan, Tabanan, Bali, ternyata berasal dari Rusia.

Perempuan bernama Alina Fazleeva (28) itu telah menyerahkan diri kepada Polres Tabanan, Bali, Rabu (4/5). Polisi telah melakukan pemeriksaan.

Kasubdit V Direskrimsus Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko mengatakan, motif Alina melakukan aksi itu untuk kebutuhan konten media sosial.

"(Tujuan telanjang di pohon adalah) dia hanya untuk cari gambar, seperti itu (demi konten di akun Instagram dan Tiktok)," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (5/5).

Atas tindakannya, Alina memenuhi unsur pidana pornografi. Tetapi, saat ini pihak kepolisian telah menyerahkan Alina ke Kemenkumham Bali.

"Kita koordinasi saja. Kita tangani kemudian kita koordinasi dengan kemenkumham akhirnya diserahkan ke imigrasi untuk deportasi," ujarnya.

Minta Maaf

Warga Negara Asing (WNA) yang berfose telanjang di pohon raksasa di kawasan suci Pura Babakan, Kabupaten Tabanan, Bali, meminta maaf atas tindakannya yang telah membuat warga Bali geram.

Hal itu, diketahui dalam postingan bule tersebut di akun instagramnya bernama alina_yogi. Bule itu secara khusus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bali. Di postingan tersebut juga terlihat dua warga asing itu berdoa di bawah pohon sakral

"Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Bali dan Indonesia. Saya menyesali perbuatan saya," tulis akun tersebut.

Ia juga menyebutkan, bahwa sebenarnya dirinya tidak bermaksud menyinggung apapun dan pihaknya mengaku sudah mendatangkan kantor polisi untuk menjelaskan kejadian tersebut.

"Saya sangat malu, saya tidak bermaksud menyinggung anda dengan cara apapun, sama sekali tidak ada pengetahuan tentang tempat ini. Saya barusan berdoa di bawah pohon dan langsung pergi ke kantor polisi untuk menjelaskan kejadian ini dan meminta maaf," jelasnya. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel