Buleleng-Badung manfaatkan buah lokal jadi welcome fruit hotel di Bali

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bersama Pemkab Badung, Bali, menjalin kerja sama untuk memasarkan buah lokal di hotel-hotel yang menjadi tempat menginap wisatawan.

"Kerja sama kami adalah Kabupaten Badung menyerap buah lokal dari Buleleng untuk didistribusikan ke kawasan pariwisata sehingga bisa lebih menyejahterakan petani," ujar Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana di Singaraja, Minggu.

Ia mengatakan ide penyerapan buah lokal ini sudah disampaikan sebelumnya kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Dengan kerja sama itu diharapkan hotel-hotel di Badung bisa menyerap buah lokal dengan maksimal.

"Bisa digunakan sebagai welcome fruit atau hidangan buah selamat datang oleh hotel tersebut," katanya.

Baca juga: Kemenparekraf revitalisasi fasilitas sejumlah destinasi wisata Bali

Oleh karena itu pihaknya juga meminta kepada Bupati Badung untuk membuat regulasi yang lebih mengikat, seperti peraturan daerah (perda) agar hotel-hotel mau menyerap buah lokal, khususnya Buleleng.

Saat ini yang paling penting dalam industri pertanian adalah supply (pasokan) dan demand (permintaan). Dua hal ini yang harus dijaga bersama, katanya. Jika permintaan sudah benar-benar terjaga, lanjut dia, pemerintah dan juga petani tinggal mengatur pasokan yang ada.

Berikutnya, kata dia, penyediaan buah dimulai dari pembibitan dan pemeliharaan juga dijaga. "Teknologi pertanian organik memang penting, namun lebih penting lagi ketika hasil pertanian tersebut ada yang menyerap," ucap Agus Suradnyana.

Baca juga: Kampanye CHSE bentuk kesadaran keselamatan di kalangan pariwisata Bali

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan seluruh kabupaten/kota di Bali harus bersinergi, terutama di tengah pandemi. Ia mengatakan selama pandemi timbul prinsip baru yaitu menggunakan dan mengonsumsi produk lokal.

"Jadi apa? Kalau memang produk tersebut seperti buah dan sayuran yang bisa diproduksi di Bali, kenapa tidak, hotel kita memakai produk tersebut. Maksudnya menjadi tuan di rumah sendiri," katanya.

Giri Prasta menambahkan kerja sama itu sebenarnya sudah berjalan. Tinggal menyusun regulasi berkenaan dengan perda yang akan disesuaikan dengan Peraturan Gubernur Bali.

Baca juga: Wagub Bali: Sektor pertanian bisa jadi penunjang industri pariwisata