Bulog gunakan teknologi "cocoon" agar beras awet berbulan-bulan

Masnun

Perum Bulog Subdivre Surakarta Jawa Tengah menggunakan teknologi "cocoon" atau pengemasan dengan bahan semacam plastik yang akan menyungkup beras sehingga kualitas beras dapat terjaga pada waktu tertentu.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh menjelaskan Perum Bulog Subdivre Surakarta tepatnya di Gudang Duyungan pada Rabu baru saja membuka sungkup beras atau "cocoon" terhadap 180 ton beras yang dibeli sejak tahun lalu.

"Terbukti bahwa penyimpanan dengan metode cocoon ini dapat mempertahankan kualitas beras seperti saat beras tersebut pertama kali disimpan," kata Tri melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Tri menjelaskan ketika beras tersebut dibuka, tidak ada perubahan kualitas, baik dari sisi warna, bau dan penampilannya, masih tetap sama seperti sewaktu disimpan.

Adapun metode penyimpanan dengan cocoon ini merupakan cara menyimpan beras dan biji-bijian dengan cara menjaga kadar karbondioksida (CO2) pada titik tertentu dan meminimalisasi oksigen. Dengan kontrol CO2 dan oksigen yang minimal, tidak ada kesempatan bagi hama untuk hidup dan mengganggu atau menurunkan mutu beras.

Penyimpanan dengan cocoon terbilang ramah lingkungan karena tidak ada lagi perlakuan dan perawatan menggunakan obat-obatan kimiawi. Apabila dalam penyimpanan konvensional perlu perlakuan "spraying" dan fumigasi dengan bahan kimia, selama tersimpan dalam sungkup plastik cocoon, tidak diperlukan lagi perlakuan tersebut. Dengan demikian, Bulog juga dapat menghemat pemgeluaran biaya perawatan beras secara signifikan

Hama-hama yang biasanya muncul pada bulan kedua atau ketiga saat penyimpanan, terlihat tidak bisa melakukan perkembangbiakan dan bahkan mati.

"Jumlah hama yang mati pun, relatif sedikit sekali dan terkumpul dalam setiap pojok sungkup. Sementara kemasan karung pembungkus masih nampak bagus dan rapi seperti semula saat dimasukkan dalam sungkup cocoon," kata Tri.

Dengan keberhasilan dalam uji coba inovasi penyimpanan ini, Bulog semakin yakin bahwa penugasan menjaga stok pangan terutama beras dapat dilakukan dengan baik dan terjaga dengan kualitas yang tetap standard. Uji coba metode penyimpanan ini baru dilaksanakan di Surakarta, Surabaya, Cirebon dan Makassar.

Nantinya, metode ini akan menjadi bagian dari pelayanan Bulog dalam menjalankan penugasan Pemerintah untuk menjaga stok pangan pada jumlah yang aman dan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Baca juga: Bulog terapkan sistem penyimpanan beras modern
Baca juga: Direktur: Bulog masih kekurangan gudang penyimpanan beras
Baca juga: Mendag akan maksimalkan fungsi gudang penyimpanan beras