Bulog Siap Tambah Raskin Pascakenaikan BBM Bersubsidi

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog siap menambah jumlah pasokan beras untuk warga miskin pascakenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Kami siap untuk menambah berapapun jumlah yang dibutuhkan, karena stok beras Bulog sangat mencukupi," kata Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso usai menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2013 di Gedung Bidakara, Jakarta, Selasa.

Menurut Sutarto, saat ini jumlah raskin yang diterima warga mencapai 15 kilogram per keluarga, bisa memenuhi 30-40 persen kebutuhan pangan bagi penerima.

Apabila jumlah raskin dinaikkan menjadi 30 kilogram, bisa memenuhi hingga 60-70 persen kebutuhan pangan.

Saat ini jumlah raskin yang disalurkan per bulan mencapai sekitar 230.000 ton.

Sutarto menuturkan, per 30 April 2013 stok beras Bulog mencapai lebih dari 2,5 juta ton atau mencukupi hingga 10 bulan.

"Intinya, Bulog siap menaikkan alokasi raskin kalau memang diperlukan. Kalau BBM naik tentunya raskin pasti ditambah. Jadi jika alokasi raskin harus dinaikkan karena dampak kenaikan BBM, Bulog tidak masalah," ujarnya.

Sutarto juga menyebutkan, saat ini pengadaan beras Bulog pada posisi harian tertinggi.

Sementara itu, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri mengatakan, penambahan jumlah raskin akan disesuaikan dengan waktu kenaikan BBM bersubsidi.

"Paling tidak sedikitnya jumlah raskin ditambah 3 kali-4 kali, sebesar 30 kg per keluarga," Salim.

Ia menggambarkan, jika kenaikan BBM direalisasikan Mei, pada periode itu warga sudah harus menerima raskin. "Yang jelas paling sedikit ditambah tiga kali," ujarnya.

Salim menambahkan, kenaikan alokasi raskin tersebut, bagian dari empat kompensasi akibat kenaikan BBM yaitu, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), bantuan siswa miskin, dan program keluarga harapan.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.