Bulog Sulselbar Audit Kerugian Hilangnya 500 Ton Beras dari Gudang

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) masih melakukan audit kerugian atas kehilangan 500 ton beras di gudang yang berada di Kabupaten Pinrang. Bulog Sulselbar sebelumnya telah menonaktifkan Kepala Cabang Pembantu Radytio W Putra Sikado dan Kepala Gudang Pinrang, Muh Idris.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar Bakhtiar AS mengatakan sudah membentuk tim internal untuk menggali terkait raibnya 500 ton beras dari gudang di Kabupaten Pinrang. Selain menggali keterangan, tim internal ini juga melakukan audit kerugian.

"Kerugian masih kita hitung dan masih belum bisa pastikan dan masih proses," ujarnya kepada wartawan, Kamis (24/11).

Bakhtiar mengaku adanya indikasi pelanggaran hukum terkait hilangnya 500 ton beras di Pinrang. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

"Sementara kita lihat ini kan pengeluaran barang yang ada di gudang tidak mengikuti mekanisme. Sehingga kita tetap menduga itu ada pelanggaran dari SOP (standar operasional prosedur) yang telah kita tetapkan. Makanya kita proses dan usut," tegasnya.

Bakhtiar mengaku menggali terkait keterlibatan pihak ketiga. Meski demikian, untuk pihak ketiga pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada kepolisian.

"Termasuk juga keterlibatan pihak ketiga. Ini juga sementara kita gali informasi pihak-pihak yang ikut terlibat," sebutnya.

Bakhtiar mengungkapkan hilangnya 500 ton beras dari gudang sekitar pada September 2022. Meski demikian, kehilangan tersebut baru terbongkar pada 28 Oktober 2022.

"Sudah berproses di sana. Di Polres Pinrang juga sudah turun untuk melakukan pemeriksaan," ucapnya.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pinrang, Ajun Komisaris Muhalis mengatakan pihaknya sudah memeriksa delapan orang saksi terkait kasus hilangnya 500 ton beras. Dari delapan orang yang sudah diperiksa di antaranya dari pihak Bulog Pinrang dan rekanan yang mengambil beras tersebut.

"Kita periksa satu orang rekanan CV SMP sebagai pihak ketiga Bulog Pinrang," kata dia.

Mantan Kepala Unit Reskrim Kepolisian Sektor Tamalanrea ini mengaku selain pemeriksaan delapan orang saksi, juga memeriksa data.

"Kita mau cek dan sesuaikan dengan data yang ada," ucapnya. [cob]