Bulog Sultra lakukan operasi pasar tekan lonjakan harga gula pasir

Nusarina Yuliastuti

Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Tenggara menggelar operasi pasar untuk menekan lonjakan harga eceran gula pasir menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah.

Kadivre Bulog Sultra Ermin Tora di Kendari, Selasa, mengatakan permintaan gula di penghujung puasa Ramadhan cukup tinggi sehingga harga penjualan naik cukup signifikan.

"Negara menugaskan Bulog sebagai perusahaan negara untuk menjaga stok gula dan menstabilkan harga gula. Itulah sebabnya dilaksanakan operasi pasar gula," kata Ermin.

Baca juga: Bulog sebut impor gula 21.800 ton dari India cukupi kebutuhan Lebaran

Bulog Sultra menggelar operasi pasar gula pasir di halaman kantor Bulog setempat yang berdampingan dengan sekretariat DPRD Sultra dan kompleks perkantoran Walikota Kendari.

Operasi pasar gula pasir Bulog Sultra seharga Rp12.500 per kilogram hanya membolehkan 4 kilogram setiap pembeli.

Kadivre Bulog Sultra Ermin Tora (Foto: ANTARA/sarjono)

Operasi pasar gula pasir Bulog Sultra tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 saat konsumen menunggu giliran.

Tampak pembeli yang beragam dari kalangan ASN, laki-laki maupun perempuan serta kalangan ojek tertib mengantre sesuai arahan petugas pengamanan Bulog.

Selain menggelar operasi pasar di halaman kantor Bulog Sultra juga menjalin kemitraan dengan pedagang di pasar-pasar tradisional serta "outlet" di kompleks pemukiman warga.

Baca juga: Riau gelar operasi pasar untuk jaga harga jelang Idul Fitri

Operasi pasar, menurut Ermin salah satu upaya untuk menjamin ketersediaan gula pasir sebagai salah satu komoditas pangan di tengah-tengah masyarakat, apalagi saat ini bersamaan dengan momentum menjelang Lebaran dan pada umumnya kebutuhan gula meningkat.

"Stok gula pasir aman (125 ton) sampai lebaran dan ketersediaannya akan terus bertambah. Stok beras pun cukup untuk kebutuhan operasional Bulog Sultra sampai dengan enam 6 bulan ke depan," katanya.