BUMDes Bersama Dimungkinkan Dirikan Bank Desa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bersama Nyai Lilik Umi Nasriyah menyambangi BUMDes Kemudo Makmur di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Yogyakarta, Jumat (21/5/2021).

Setibanya di Kantor Desa Kemudo, Gus Menteri langsung diajak oleh Kepala Desa Hermawan untuk meninjau langsung Unit Usaha yang dilalukan oleh BUMDes Kemudo Makmur.

Gus Menteri diperlihatkan Unit Pengolahan Limbah Kering Industri dan Furniture Jati Belanda.

Gus Menteri pun diminta untuk menuliskan kalimat inspirasi bagi pengelola BUMDes dan perangkat desa untuk bisa lebih maju.

Gus Menteri dalam arahannya mengatakan, BUMDes Kemudo Makmur ini memang bisa dijadikan percontohan kerjasama kalangan industri dengan BUMDes yaitu kerjasama pengolahan limbah kering Danone kepada BUMDes Kemudo Makmur.

"Ini jadi inspirasi jadi saya akan segera bertemu dengan Direktur Danone agar kerjasama ini tidak hanya di Prambanan, tapi di daerah lain. Polanya nanti mereplikasi dengan disini," kata Gus Menteri.

Dirinya mengakui jika pihaknya terus menggenjot pengembangan BUMDes dengan menggandeng sejumlah pihak seperti Perkebunan, ESDM terkait dengan eksplorasi tambang yang masih belum bagus kerjasamanya," kata Gus Menteri.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bersama Nyai Lilik Umi Nasriyah menyambangi BUMDes Kemudo Makmur di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Yogyakarta, Jumat (21/5/2021).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bersama Nyai Lilik Umi Nasriyah menyambangi BUMDes Kemudo Makmur di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Yogyakarta, Jumat (21/5/2021).

Gus Menteri sudah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian agar terbangun sinergitas antara BUMDes dengan kalangan Industri. BUMDes jika terus dikembangkan, kata Gus Menteri, bisa saja merambah sektor keuangan seperti Lembaga Keuangan Desa (LKD). Jika dikerjakan serius maka bisa jadi ini menggusur bank-bank yang ada saat ini.

"Ada contohnya RaboBank yaitu bank yang dikelola UMKM. Paling tidak di tahun 2023, ada 5.300 BUMDes Bersama LKD yang asetnya sudah tercatat Rp12,7 Triliun," kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Bisa saja nanti, kata Gus Menteri, nantinya BUMDesma mendirikan Bank Desa yang murni swasta karena semua masyarakat desa menyimpan uangnya di sana.

Namun, Gus Menteru menggaransi meski nantinya ada Bank Desa tidak lantas menggusur Bank yang ada sekarang dengan catatan harus ada sinergi Lembaga Keuangan agar bisa berjalan beriringan.

BUMDes nantinya bisa melirik unit lain seperti pengelolaan air bahkan jika miliki aset yang besar, diperbolehkan untuk mengelola Rest Area.

"Saya sangat bangga bisa bersilaturahim di Desa Kemudo ini," kata Gus Menteri.

Setelah berdiskusi, Gus Menteri kemudian meninjau Unit Usaha baru BUMDes Kemudo Makmur yaitu toko kelontong yang diberi nama Kamajaya Mart.

Toko ini baru diresmikan tangga 24 April 2021 dan menghabiskan anggaran sebesar Rp950 juta. Turut meninjau Kamajaya Mart ini, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi (PEI) Harlina Sulistyorini, Direktur Perencanaan Teknis PEI Adityawarman Darudono, dan PLT Kepala BBLM Yogyakarta Dedy L.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel