Bumi menangkap 'mini moon' baru

Washington (AFP) - Bumi telah mendapatkan "mini-moon" kedua seukuran mobil, menurut para astronom yang melihat benda yang mengelilingi planet kita.

Massa - berdiameter sekitar 1,9-3,5 meter (6-11 kaki) - diamati oleh peneliti Kacper Wierzchos dan Teddy Pruyne di Catalina Sky Survey yang didanai NASA di Arizona pada malam 15 Februari.

Benda tersebut dijuluki mini moon, mengingat memang terlihat seperti bulan namun dalam dimensi yang jauh lebih kecil.

"BERITA BESAR. Bumi memiliki objek baru yang ditangkap sementara/ Kemungkinan mini-moon yang disebut 2020 CD3," kemungkinan merupakan asteroid tipe C, Wierzchos mencuit pada Rabu.

Astronom itu mengatakan "sesuatu yang luar biasa" karena "ini hanya asteroid kedua yang diketahui mengorbit Bumi (setelah 2006 RH120, yang juga ditemukan oleh Catalina Sky Survey)."

Rutenya menunjukkan ia memasuki orbit Bumi tiga tahun lalu, katanya.

Minor Planet Center, Smithsonian Astrophysical Observatory Center, yang mengumpulkan data tentang planet-planet kecil dan asteroid, dalam sebuah pengumuman mengatakan "tidak ada tautan ke objek buatan yang diketahui telah ditemukan," menyiratkan kemungkinan itu adalah asteroid yang ditangkap oleh gravitasi Bumi.

"Integrasi orbit menunjukkan bahwa objek ini terikat sementara ke Bumi."

Pengusaha teknologi Elon Musk mengatakan benda seukuran mobil itu bukanlah Roadster Telsa yang diluncurkannya ke luar angkasa pada tahun 2018, yang sekarang mengorbit Matahari.

"Itu bukan milikku," cuitnya.

Tetangga baru bumi tidak berada dalam orbit yang stabil di sekitar planet ini dan tidak mungkin ada untuk waktu yang lama.

"Itu sedang menjauh dari sistem Bumi-bulan saat kita bicara," Grigori Fedorets, peneliti di Queen's University Belfast di Irlandia Utara, mengatakan kepada majalah New Scientist, dan kemungkinan akan melarikan diri pada April.

Satu-satunya asteroid lain yang diketahui mengorbit Bumi, 2006 RH120, memutar planet ini dari September 2006 hingga Juni 2007.