Bumi Punya Samudra Baru

·Bacaan 2 menit

VIVA – Bumi akhirnya memiliki samudra kelima yang dinamakan Samudra Selatan, setelah diputuskan oleh National Geographic Society. Samudra baru ini melengkapi empat samudra lainnya, yakni Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, Samudra Hindia dan Samudra Arktik.

Saat peringatan Hari Laut Sedunia yang jatuh pada 8 Juni 2021, diumumkan bahwa label Samudra Selatan akan menjadi samudra kelima di peta planet Bumi. Sebenarnya para ilmuwan telah lama mengakuinya, tapi karena tidak pernah ada kesepakatan internasional, National Geographic tidak pernah secara resmi mengakuinya.

Ahli geografi, Alex Tait dalam situs web National Geographic menyebut salah satu dampak terbesarnya adalah pada pendidikan. Siswa mempelajari informasi tentang dunia laut melalui samudra. Jika tidak memasukkan Samudra Selatan, maka pelajar tidak bisa mempelajarinya secara spesifik.

Dilansir dari Livescience, Kamis 17 Juni 2021, National Geographic mulai membuat peta pada tahun 1915, tetapi masyarakat hanya secara resmi mengakui empat samudera, yang mereka definisikan berdasarkan benua yang berbatasan dengannya.

Sebaliknya, Samudra Selatan tidak ditentukan oleh benua yang mengelilinginya, tetapi oleh Antarctic Circumpolar Current (ACC) yang mengalir dari barat ke timur. Para ilmuwan berpikir ACC diciptakan 34 juta tahun yang lalu ketika benua Antartika terpisah dari Amerika Selatan, memungkinkan air mengalir tanpa hambatan.

Saat ini, ACC mengalir melalui semua perairan yang mengelilingi Antartika hingga sekitar 60 derajat selatan, kecuali untuk Lintasan Drake dan Laut Scotia, yang keduanya berada di antara South America's Cape Horn dan Semenanjung Antartika..

Perairan ACC lebih dingin dan tidak terlalu asin dibanding air laut di utara. ACC menarik air dari Samudra Atlantik, Pasifik, dan India untuk membantu mendorong conveyor belt global yang membawa panas ke seluruh planet. Air padat dingin ACC tenggelam dan membantu menyimpan karbon di laut dalam.

Istilah Samudra Selatan telah digunakan untuk menggambarkan perairan di dasar dunia sejak pertama kali dilihat oleh penjelajah Spanyol, Vasco Nunez de Balboa pada awal abad ke-16. Penyebutan itu berlanjut karena lautan menjadi rute vital bagi komunikasi dan perdagangan internasional pada abad-abad berikutnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel