Bumi Serpong Damai Cetak Pra Penjualan Rp 6,5 Triliun pada 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat pra-penjualan Rp 6,5 triliun sepanjang 2020. Pencapatan itu sama dengan pra penjualan 2019.

Perseroan membukukan segmen residensial, terutama rumah tapak menjadi kontributor tertinggi angka pra-penjualan. Segmen itu berkontribusi Rp 4,2 triliun atau 65 persen.

"Angka pra penjualan Rp 6,5 triliun sepanjang 2020 tersebut mencerminkan 90 persen dari target Rp 7,2 triliun. Target itu kami tetapkan pada awal tahun, sebelum pandemi dan tidak kami revisi turun. Pencapaian positif di tengah pandemi sepanjang 2020,,” ujar Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya dalam keterangan tertulis yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/1/2021).

Segmen penjualan lainnya yaitu segmen komersial berkontribusi sebesar 32 persen atau sebesar Rp 2,1 triliun. Segmen ini terdiri atas segmen rumah toko sebesar Rp 1 triliun, setara kontribusi 16 persen, kemudian segmen kavling tanah Rp 664,9 miliar atau berkontribusi 10 persen dari total.

Segmen apartemen dan kavling tanah-joint venture masing-masing memberikan kontribusi enam persen dan tiga persen. Angka masing-masing Rp 407,4 miliar dan Rp 181 miliar secara berturut-turut.

Hermawan menuturkan, konta mandiri berkontribusi sebesar 54 persen dari total pra-penjualan sepanjang 2020. Kontributor utama angka pra penjualan lainnya diikuti Nava Park sebesar 11 persen, dan Grand Wisata 10 persen. Kemudian kontributor lainnya The Zora sebesar enam persen, Kota Wisata lima persen, Grand City Balikpapan tiga persen, Taman Banjar Wijaya dua persen.

Lalu apartment southgate sebesar dua persen, the elements dua persen, taman permata buana dua persen dan legenda wisata dua persen.

Sepanjang 2020, kinerja pra-penjualan tercatat alami pertumbuhan signifikan pada kuartal IV 2020. Sepanjang tiga bulan terakhir 2020 itu, perseroan mencatat pra penjualan Rp 1,8 triliun.

"Meningkatnya optimism masyarakat atas penanganan pandemi dan strategi kami untuk menghadirkan produk baru yang disertai kampanye promosi secara nasional, berhasil menarik minat konsumen untuk mendapatkan hunian berkualitas di kawasan yang kami kelola,” kata dia.

Kinerja Keuangan hingga Kuartal III 2020

Sebelumnya perseroan mencatat laba periode berjalan turun dari Rp 2,52 triiun hingga September 2019 menjadi Rp 627,59 miliar hingga September 2020.

Pendapatan usaha merosot menjadi Rp 4,27 triliun hingga September 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,23 triliun.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 26 Januari 2021, saham BSDE turun 3,86 persen menjadi Rp 1.120 per saham. Saham BSDE sempat berada di level tertinggi 1.175 dan terendah 1.110 per saham. Nilai transaksi Rp 45,2 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini