BUMI Targetkan Produksi 85 Juta MT Pada 2013

  • IPW Temukan Kejanggalan Akuisisi BTN oleh Mandiri

    Antara

    Jakarta (Antara) - Indonesia Property Watch menemukan kejanggalan rencana akuisisi atau mengalihkan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) oleh pemerintah kepada PT Bank Mandiri TBK. "Banyak kejanggalan, pertama, sebelum ada rencana akuisisi ini, `fit and proper test` (uji kelayakan dan kepatutan) ini masih belum matang, tiba-tiba penggantinya ada dan ada surat dari Kementerian BUMN," kata DIrektur Eksekutif IPW Ali Tranghanda dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin. ... …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

 

INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi pada 2013 dapat mencapai 85 juta metrik ton. Sedangkan tahun ini, produksi batu bara diperkirakan mencapai 75 juta  metrik ton.

"Proyeksi produksi batu bara hingga saat ini 73-75 juta MT pada 2012 dari dua perusahaan besar batu bara yang dimiliki yaitu KPC dan Arutmin. Target produksi batu bara perseroan sekitar 85 juta metrik ton pada 2013," ujar Direktur PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava, dalam acara Investor Summit 2012, Rabu (28/11/2012).

Perseoran mengharapkan dapat mencatatkan produksi mencapai 104 juta metrik ton pada 2014. Dileep menambahkan, pihaknya juga menekan tidak akan menjual aset inti perseroan yaitu  KPC dan Arutmin.

Perseroan memiliki aset lain seperti Fajar Bumi Sakti, Pendopo dan aset non inti lainnya yang dapat dijual kepada pihak lain. Hal itu dilakukan untuk mengurangi utang perseroan. Dilee mengharapkan dapat mengurangi total utang perseroan sehingga mencapai ebitda 1 kali pada 2014.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan efisiensi untuk mengurangi biaya produksi perseroan. Perseroan juga menguatkan kas interal dengan menggenjot volume penjualan dan produksi batu bara perseroan. Pihaknya  berharap pasar batu bara dapat kembali baik ke depan.

Saat ditanya mengenai pelunasan utang ke CIC, Dileep masih belum dapat  menjelaskan lebih detil mengenai hal itu. Namun pihaknya mengharapkan dapat melunasi utang lebih awal. [ast] 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...