BUMN Digenjot Kembangkan Aset Infrastruktur Fisik

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki road map atau peta jalan untuk pengembangan aset ke depan. Peta jalan ini masih sesuai dengan yang pernah dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya untuk waktu lima tahun.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, BUMN masih akan berfokus pada pengembangan aset di sektor infrastruktur fisik.

"Misalnya jalan tol, bandara dan pelabuhan," tegas Kartika dalam telekonferensi, Rabu 3 Februari 2021.

Baca juga: Menko Luhut Targetkan RI Herd Immunity COVID-19 Paling Lama April 2022

Hal itu menurutnya selaras dengan apa yang tertuang dalam kerangka kerja di dua tahun pertama pemerintahan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin. Sektor infrastruktur dinilai sebagai salah satu sektor andalan dalam menggenjot roda perekonomian.

Pria yang karib disapa Tiko itu menambahkan, ambisi Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur ternyata tak hanya didukung BUMN, namun juga lewat pihak swasta. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak tertutup pada pihak swasta.

Meski begitu, dia berharap BUMN bisa terus meningkatkan kualitas aset infrastruktur dan tak menutup kemungkinan bermitra dengan perusahaan global.

"Saya pikir itu sangat jelas bahwa kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kualitas aset, dan juga meluaskan kapasitas dengan mitra global," ujar Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu.

Dia menjelaskan, dari kacamata pemerintah, pembangunan infrastruktur seperti bandara dan pelabuhan ini merupakan bentuk pengembangan fasilitas strategis yang akan menopang lalu lintas dan mobilitas orang atau barang, baik di tingkat domestik maupun global.

"Ini adalah poin yang kuat demi mengundang investor, untuk ikut terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur. Traffic lokal, dari penumpang dan kargo di Indonesia, saya pikir akan pulih lebih cepat dari (dunia) internasional," ujarnya.