BUMN Industri Pertahanan RI Promosikan Produk di Abu Dhabi

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 3 menit

VIVA – Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri pertahanan Indonesia unjuk gigi dalam Pameran IDEX & Navdex 2021 yang digelar pada 21-25 Februari 2021 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Perusahaan pelat merah itu mempromosikan berbagai macam produk mereka di industri pertahanan.

Keempat BUMN itu adalah PT Len Industri (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Direktur Bisnis dan Kerjasama PT Len Industri (Persero), Wahyu Sofiadi, menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan RI telah menginisiasi keikutsertaan pameran bersama industri pertahanan Indonesia, dengan mendirikan Paviliun Indonesia dalam pameran internasional dua tahunan ini.

"Tujuan utama kegiatan pameran seperti ini adalah untuk melakukan promosi produk-produk industri pertahanan di pasar luar negeri, khususnya di wilayah Uni Emirat Arab," kata Wahyu dalam keterangan tertulisnya, Selasa 23 Februari 2021.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1,2 Km

Selain itu, Wahyu mengatakan bahwa momen ini juga sebagai ajang temu dalam membangun jaringan mitra di luar negeri, terutama partner teknologi kunci yang ikut hadir dalam pameran.

Dia menambahkan, BUMN Industri Pertahanan RI di Abu Dhabi sekarang ini sedang menawarkan portofolio yang sudah dimiliki. Setidaknya sudah banyak pengalaman BUMN sebagai mitra kerja Kemhan dan TNI di bidang pertahanan. "Contohnya, PT Len Industri sudah memproduksi radio sendiri, target drone, sistem senjata, command and control," ujarnya.

Wahyu menjelaskan, PT Len Industri saat ini di tengah berada di masa transformasi menjadi holding BUMN Industri Pertahanan Indonesia, dengan nama DEFEND ID. Lima perusahaan BUMN yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Dahana dan PT Len Industri sebagai holding company (induk perusahaan), akan digabung dalam DEFEND ID oleh Kementerian BUMN.

Menurutnya, sebagai langkah untuk masuk ke global supply chain technology partner, Len Industri dan BUMN Industri Pertahanan memiliki rencana strategic partnership dengan perusahaan global di tiga matra (darat, laut, udara). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kompetensi kunci dan memandirikan industri pertahanan dalam negeri.

"Sehingga berimbas pada peningkatan sustainability dan skala bisnis, adanya recurring income dari bisnis MRO (Maintenance, Repair & Overhaul), hingga pengurangan ketergantungan impor produk utama," ujarnya.

Diketahui, DEFEND ID memiliki target ambisius dalam jangka waktu menengah ke depan, yakni menjadi Top 50 perusahaan bidang industri pertahanan di dunia. Hal itu selain pencanangan target skor TRL & MRL (Technology Readiness Levels & Manufacturing Readiness Level) di angka 8-8, serta Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen untuk proyek-proyek pertahanan.

Sementara itu, IDEX & Navdex 2021 juga diikuti oleh industri pertahanan swasta Indonesia seperti PT Fallah Inovasi Teknologi, PT Fazza Royal Yantasir Simulasi, PT Infoglobal Teknologi Semesta, PT Indo Pacific Communication & Defence (IPCD), PT Persada Aman Sentosa, PT Ridho Agung Mitra Abadi, PT SSE, serta PT Jala Berikat Nusantara.

Len Industri dan Rohde & Schwarz sendiri diketahui juga sudah melakukan penandatanganan NDA dan penjajakan kerja sama, untuk joint production and development alat komunikasi militer guna membangun kemampuan network centric warfare TNI melalui sistem C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance) yang terintegrasi.

Penandatangan disaksikan oleh Dirjen Pothan Kemhan, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, di booth Len Industri, pada Senin 22 Februari 2021.