BUMN Ini Sediakan Layanan Online Pembelian Bibit Sawit Unggul

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - PT Perkebunan Nusantara V menargetkan menjual 1,1 juta bibit sawit unggul bersertifikasi kepada masyarakat pada 2021 ini. Proses penjualan dilakukan melalui aplikasi bernama 'Sawit Rakyat Online' yang dapat diunduh di Play Store.

CEO PTPN V Jatmiko K Santosa menjelaskan, aplikasi Sawit Rakyat Online tidak hanya untuk petani plasma tapi juga petani sawit swadaya. Ada 1,5 juta bibit unggul bersertifikasi disiapkan dengan 1,1 juta bibit target penjualan.

"Ketersediaan bibit sawit menjadi atensi perusahaan kami, karena petani sering dihadapkan dengan bibit ilegitim (palsu) dan itu menjadi satu akar masalah meningkatkan produktivitas sawit rakyat yang ditetapkan pemerintah," kata Jatmiko di Pekanbaru.

Berdasarkan survei Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), jelas Jatmiko, alasan petani masih menggunakan bibit palsu antara lain karena 37 persen menjadi korban penipuan, 14 persen tergiur harga murah, 20 persen tidak mengetahui cara membeli benih yang legal.

Selain itu, 12 persen di antara petani, karena rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi, 10 persen tidak mengetahui lokasi pembelian benih legal, serta 4 persen petani menyatakan akibat jarak tempuh dari lahan sawit ke produsen benih legal yang cukup jauh.

"Guna mengatasi kendala-kendala itu, sejak awal 2021 ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan berdiri, kita putuskan melepas bibit unggul yang selama ini hanya dipergunakan di kebun inti dan kebun plasma perusahaan, untuk kemudian juga dijual secara online kepada petani swadaya non-plasma," urai Jatmiko.

Jatmiko mengutarakan dari aplikasi tersebut petani atau calon petani dapat melihat langsung jenis bibit yang tersedia di masing-masing sentra bibitan perusahaan.

Saat ini, sambung Jatmiko, terdapat 2 varietas bibit unggul siap jual, yakni PPKS 540 serta PPKS Simalungun. Bibit itu tersedia di lima sentra pembibitan PTPN V di antaranya Air Molek, Tandun, Sei Rokan, Lubuk Dalam, dan Tanah Putih. Seluruhnya bersertifikat.

Jatmiko meyakinkan bahwa Aplikasi Sawit Rakyat Online yang dibuat oleh tim IT internal perusahaan dirancang untuk mudah diakses dan dipergunakan oleh petani ataupun calon petani kelapa sawit. Aplikasi tersebut bisa diunduh di playstore ataupun laman web resmi perusahaan.

"Untuk daftarnya tidak perlu email (surat elektronik) cukup nomer telpon," katanya.

Berkualitas dan Kompetitif

Jatmiko menyebut PTPN V merancang mudah dan sesederhana mungkin dalam penggunaannya. Kalau mau beli bibit, siapa pun petaninya, harganya sama di seluruh sentra yakni Rp44.000 per bibit siap tanam.

"Tinggal pilih lokasi kita yang terdekat dengan pembeli," sebut Jatmiko.

Selain kemudahan akses dan harga bibit yang kompetitif serta seragam, dalam aplikasi Sawit Rakyat Online juga menyediakan beragam informasi. Sejumlah fitur yang tersedia memudahkan petani untuk mencari tahu tentang bagaimana budi daya sawit yang baik dan lestari, info profil kebun-kebun plasma perusahaan, hingga ketersediaan feature tanya jawab.

Fitur ini memberikan kesempatan petani atau calon petani sawit untuk melakukan chat atau percakapan dengan ahli perkebunan dari PTPN V.

"Keberadaan aplikasi ini sejatinya menjadi pelengkap atas berbagai upaya kami dalam menguatkan masyarakat khususnya para petani sawit yang telah dan akan menjalin kerjasama dengan perusahaan, termasuk petani swadaya," jelas Jatmiko.

Jatmiko berharap terobosan PTPN V ini dapat mendukung program pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas, dimulai dari bibit yang jelas dan berkapasitas.

Pria yang juga menjabat ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Riau itu mengatakan respon masyarakat akan keberadaan bibit sawit unggul PTPN V cukup besar. Bahkan, sejak mulai dilepas ke publik pada Januari lalu, di salah satu sentra bibit sawit di Air Molek, nyaris seluruh bibit telah dipesan oleh para petani.

"Alhamdulillah responnya bagus. Bibit kita langsung dikejar pembeli. Memang salah tanam bibit resikonya bisa menanggung rugi setidaknya sampai 25 tahun. Semoga bibit unggul PTPN V dapat ambil bagian dalam program percepatan sawit rakyat yang digalakkan Pemerintah," tutupnya.

Simak video pilihan berikut ini: