BUMN klaster pangan lakukan ekspor beras ke Arab Saudi

·Bacaan 1 menit

BUMN Klaster Pangan sektor pertanian melalui PT Sang Hyang Seri (Persero) atau SHS melakukan ekspor beras ke Arab Saudi.

“Ini menjadi kebanggaan dan kami bangga produk dalam negeri Beras Indonesia untuk Dunia yang diproduksi oleh PT Sang Hyang Seri (Persero),” ujar Direktur Utama PT SHS Karyawan Gunarso dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Gunarso menyampaikan bahwa beras sang rice diproduksi di lahan sendiri dengan Varietas Mekongga dengan kualitas Super Premium sudah sesuai standar internasional, dan melalui ekspor beras sang rice ini PT Sang Hyang Seri (Persero) berkontribusi bagi negara atau pemerintah.

Sementara itu Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI Arief Prasetyo Adi, sebagai calon induk Holding BUMN Pangan, mengatakan bahwa momentum pelepasan ekspor beras perdana ini menjadi milestones BUMN Klaster Pangan untuk go global pada komoditas beras.

“Selain memenuhi kebutuhan nasional untuk komoditas beras, RNI bersama SHS juga merealisasikan ekspor memenuhi permintaan Arab Saudi,” kata Arief.

Adapun kegiatan ekspor beras akan dilakukan secara bertahap. Pada Oktober 2021 ini mengirimkan sebanyak 20 ton atau senilai 21.200 dolar AS.

Sedangkan, di bulan November 2021 mendatang akan meningkatkan ekspor menjadi enam kontainer atau sebesar 120 ton, dengan nilai 127.200 dolar AS.

“Sehingga total sampai dengan bulan November 2021, akan mengekspor beras sebanyak tujuh kontainer atau kurang lebih 140 ton beras, dengan nilai per ton sebesar 1.060 dolar AS, atau total senilai 148.400 dolar AS," ujar Arief.

Baca juga: Presiden Jokowi: Bila stok dalam negeri cukup, silakan ekspor beras
Baca juga: Kemendag fasilitasi BUMN teken MoU ekspor beras ke Arab Saudi
Baca juga: LPEI dampingi petani hasilkan produk berorientasi ekspor

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel