BUMN Klaster Pangan RNI Perluas Distribusi ke Bandar Lampung

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI melalui anak usaha yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi, PT Rajawali Nusindo, meresmikan gedung baru di Bandar Lampung. Gedung baru seluas 1.575 m2 ini akan menjadi pusat pendistribusian produk-produk pangan BUMN Klaster Pangan serta alat kesehatan dan consumer goods.

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan, peresmian gedung baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendistribusian dan penjualan perusahaan. Utamanya untuk menggenjot peningkatan penjualan produk pangan dalam rangka mendukung ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang berkualitas bagi masyarakat.

Menurut Arief, sebagai BUMN yang saat ini mendapat penugasan untuk melakukan pembenahan di sektor pangan, RNI berupaya meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pangan melalui penguatan ekosistem distribusi yang dimiliki BUMN Klaster Pangan.

"Salah satunya melalui Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan RNI yang memiliki pengalaman panjang di bidang distribusi dan perdagangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/10/2021).

Saat ini seluruh titik distribusi Rajawali Nusindo telah dipersiapkan menjadi saluran pendistribusian pangan nasional yang efektif untuk sejumlah produk, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan komiditas lainnya. Produk yang dihasilkan BUMN Klaster Pangan juga akan mulai didistribusikan melalui jaringan Rajawali Nusindo.

“Kedepannya kita akan terus perkuat cabang-cabang Rajawali Nusindo dengan meningkatkan kapasitas gedung, menambah portfolio produk pangan maupun non pangan, serta melakukan kolaborasi dengan sektor privat dan e-commerce untuk perluasan pasar. Saat ini, Rajawali Nusindo memiliki jaringan distribusi di 43 kota besar di Indonesia,” ungkapnya.

Arief berharap, penambahan kapasitas cabang Bandar Lampung ini dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengamankan pasokan pangan di wilayah provinsi Lampung.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dukung Pertumbuhan Bisnis

Anak usaha RNI yaitu PT Rajawali Nusindo meresmikan gedung baru seluas 1.575 m2 di Bandar Lampung, pada Jumat, 29 Oktober 2021. (Dok RNI)
Anak usaha RNI yaitu PT Rajawali Nusindo meresmikan gedung baru seluas 1.575 m2 di Bandar Lampung, pada Jumat, 29 Oktober 2021. (Dok RNI)

Sementara itu, Direktur Rajawali Nusindo Iskak Putra mengatakan, seiring dengan berkembangnya Cabang Badar Lampung baik di bidang food maupun non food, maka manajemen memandang perlu untuk melakukan perbaikan infrastruktur dengan membangun gedung yang lebih luas dan dapat mendukung pertumbuhan bisnis Rajawali Cabang Bandar Lampung kedepannya.

Dengan dikudung fasilitas yang lebih besar, diharapkan akan semakin banyak produk-produk yang didistribusikan, sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis Rajawali Nusindo Cabang Bandar Lampung menjadi lebih efektif, fokus, dan terarah dalam menggali setiap potensi yang ada di wilayah tersebut baik di segmen modern trade, Dinas Kesehatan, rumah sakit, apotik, dan sebagainya.

Saat ini, aktivitas bisnis Rajawali Nusindo Cabang Bandar Lampung terus menunjukan tren positif dengan produk dan principal yang semakin bertambah. Hal tersebut ditunjukkan dengan angka kinerja cabang yang terus tumbuh. Pada tahun 2020, Cabang Bandar Lampung mampu memperoleh laba Rp 1,04 miliar dengan nilai penjualan Rp 41 miliar. Pada 2021 ini perusahaan menargetkan perolehan laba Cabang Bandar Lampung meningkat menjadi Rp 1,2 miliar dengan penjualan di angka Rp 47,5 miliar.

“Adapun secara konsolidasi, pada tahun 2020 PT Rajawali Nusindo memperoleh omzet sebesar Rp 3,7 triliun, sedangkan tahun 2021 ini, target meningkat menjadi Rp 3,9 triliun. Hal ini menunjukan perusahaan berkembang sedemikian agresif dan bisa dipercaya,” ujar Iskak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel