BUMN Pupuk Resmikan Kebun Percontohan untuk Jaga Ketahanan Pangan, Seperti Apa?

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) meresmikan dan menyerahkan kebun percontohan dan pembibitan pangan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung. Ini dilakukan guna meningkatkan ketahanan pangan di Negeri Serumpun Sebalai itu.

"Kami akan selalu hadir dan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan hasil pangan masyarakat di daerah ini," kata Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Gusrizal saat peresmian dan serah terima Kebun Percontohan dan Pembibitan kepada Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ridwan Djamaluddin di Pangkalpinang dikutip Antara, Sabtu (19/11).

Dia mengatakan PT Pupuk Indonesia (Persero) juga memiliki perkebunan percobaan dan membudidayakan tanaman pangan guna mendorong hasil tanaman pangan masyarakat.

Dia juga menjelaskan bahwa pembuatan kebun percontohan dan pembibitan ini merupakan bentuk dukungan Pupuk Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tengah menjalankan kegiatan Gerakan Hijau Biru Babelku

"Kami berharap apa yang dilakukan Pemprov Kepulauan Babel bisa direplikasi dan dicontoh serta dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Gusrizal.

Menurut dia, ukuran perkebunan percontohan dan pembibitan di lingkungan Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Babel ini memang tidak terlalu besar. Namun demikian hasil tanaman sayur mayur, cabai, dan tanaman pangan lainnya, di kebun itu bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga ataupun dijual ke pasar.

"Kami berharap apa yang dilakukan ini bisa bermanfaat dan kami akan selalu hadir di Babel untuk membantu pemerintah provinsi, kabupaten/kota dalam mengembangkan usaha pertanian masyarakat," kata Gusrizal.

123.000 Hektare Lahan Kritis

Penjabat Gubernur Kepulauan Babel Ridwan Djamaluddin mengucapkan terima kasih kepada PT Pupuk Indonesia (Persero) yang mendukung kebun pangan ini.

Menurut dia, kebun percontohan dan pembibitan yang diserahkan PT Pupuk Indonesia (Persero) diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian seperti berkontribusi pada inflasi karena dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, membuka lapangan pekerjaan baru, serta mampu mencetak petani milenial.

"Selama ini penyumbang terbesar inflasi di Babel adalah pangan khususnya cabai dan bawang merah, serta beras," ujarnya.

Dengan adanya kebun percontohan ini, dapat menekan inflasi dan juga meningkatkan perekonomian rumah tangga masyarakat.

Selain itu, program penghijauan yang dilaksanakan melalui Gerakan Hijau Biru Babelku ada sekitar 123.000 hektare lahan kritis di Kepulauan Bangka Belitung yang harus dikelola dengan baik.

"123.000 hektare lahan kritis di Bangka Belitung ini harus kita kelola, sedang kita upayakan agar pada suatu masa dia akan menjadi lahan produktif. Semoga yang sedang kita upayakan ini membawa manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," tutup Ridwan. [idr]