BUMN Setor Rp 3.295 Triliun ke Negara dalam 10 Tahun, Paling Besar Pajak

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan, kontribusi BUMN ke keuangan negara sangat besar dalam 10 tahun terakhir. Porsi paling besar adalah setoran pajak.

Erick pun menjabarkan, BUMN telah menyetor Rp 3.295 triliun ke negara. Setoran tersebut dalam bentuk setoran pajak, dividen, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Kalau kita lihat 10 tahun terakhir itu angkanya Rp 3.295 triliun kepada pemerintah dalam bentuk deviden, PNBP lainnya dan pajak," kata Erick Thohir dalam rapat bersama DPR, Jakarta, Rabu (8/7/2021).

Paling besar adalah setoran pajak BUMN ke pemerintah yang porsinya mencapai 54 persen atau sekitar Rp 1.872 triliun. "Kita lihat pajak 54 persen atau Rp 1.872 triliun, PNBP ada Rp 1.035 triliun atau 35 persen dan dividen sebesar 11 persen atau Rp 388 triliun," terangnya.

Erick menjelaskan, setoran ke negara tersebut berbanding terbalik dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke BUMN. "Kalau kita bandingkan dengan PMN adalah 4 persen atau Rp 147 triliun," jelasnya.

Sementara itu, untuk 2020 hingga 2024 PMN dan pendapatan direncanakan akan seimbang sebab semakin banyak pekerjaan yang digarap oleh BUMN.

"Sekarang kok dividen dan PMN seimbang. Memang banyak penugasan BUMN yang selama ini dilihat sangat penting," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

BUMN di Bawah Kemenkeu Setor Dividen Rp 3,1 Triliun ke Negara

Gedung Kementrian BUMN. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Gedung Kementrian BUMN. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2020), BUMN dibawah Kemenkeu menyetorkan dividen sebesar Rp3,1 triliun dan pajak sebesar Rp7,3 triliun.

Selain itu hingga 2020, BUMN di bawah Kementerian Keuangan telah melaksanakan pembiayaan sektor infrastruktur dengan total nilai komitmen sebesar Rp 117 triliun.

Adapun angka tersebut untuk total nilai proyek sebesar Rp 699 triliun dari 292 proyek yang telah berjalan. Kemudian juga untuk, memberikan penjaminan kepada pelaku usaha di sektor infrastruktur sebesar Rp 66,4 triliun dengan nilai proyek Rp 315 triliun.

Lalu untuk mengembangkan sektor ekspor dengan memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha dengan nilai outstanding pembiayaan sebesar Rp 90,4 triliun (nilai ekspor sebesar Rp 315 triliun), memberikan pembiayaan perumahan sebesar Rp 69,15 triliun kepada 1.083.590 debitur.

"BUMN dibawah Kemenkeu juga memberikan pinjaman kepada 28 Pemerintah Daerah dalam rangka membangun 38 fasilitas publik," ujar Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Meirijal Nur dalam konferensi pers online, Jakarta, Jumat (2/7/2021).

Sedangkan peran BUMN Kemenkeu dalam mendukung proyek strategis nasional, hingga saat ini tercatat BUMN itu meningkatkan infrastruktur jalan dan jalan tol sepanjang 3.200,8 km, penambahan 80 kereta listrik dan revitalisasi 438 gerbong kereta, mendukung proyek 52 ribu menara telekomunikasi, dan meningkatkan jaringan serat optik sepanjang 12.148 km di seluruh wilayah Indonesia.

"Hal tersebut membantu meningkatkan penyediaan layanan publik yang lebih baik kepada masyarakat, antara lain mampu melayani sebanyak 76 juta pengguna jasa telekomunikasi di seluruh Indonesia, menyediakan fasilitas kesehatan bagi 720 pasien baru per tahun dengan tambahan fasilitas 1.786 tempat tidur baru," jelasnya.

Program ini juga meningkatkan kapasitas penumpang transportasi perkotaan menjadi 7,3 juta per tahun, menambah kapasitas 37,5 juta penumpang bandara per tahun, meningkatkan arus barang pelabuhan menjadi 2,52 juta TEUs per tahun, dan membantu pengairan kepada 185 ribu hektar area sawah.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel