BUMNag Solok Selatan akan kelola internet atasi blankspot

Sejumlah Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akan mengelola jaringan internet yang bekerja sama dengan PLN ICON Plus dalam mengatasi area blankspot atau tanpa sinyal telekomunikasi di daerah tersebut.

"Pemkab Solok Selatan dan PLN ICON Plus komit untuk bersinergi dalam pengentasan blankspot di Solok Selatan. Komitmen ini nantinya BUMNag di sejumlah nagari yang akan mengeksekusi," kata Bupati Solok Selatan, Khairunas di Padang Aro, Jumat.

Nagari-nagari tersebut diantaranya Nagari Alam Pauh Duo, Lubuk Gadang Tenggara, Pakan Rabaa Timur, Dusun Tangah dan tiga nagari di Lubuk Ulang Aling.

ICON+ sendiri merupakan anak Perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

PLN ICON Plus, katanya telah melakukan penarikan kabel fiber optik (FO) ke 12 titik yang meliputi 7 kantor wali nagari dan 5 SMP Negeri pada 7 area blankspot di Solok Selatan.

"Nanti skema kerja samanya kami serahkan kepada BUMNag dan PLN ICON Plus," ujarnya.

Baca juga: Sumbar teken MoU dengan Yayasan Internet Indonesia atasi blankspot

Baca juga: BUMNag Padang Pariaman kembangkan AJO, ojek online berkearifan lokal

Diskominfo dan PLN ICON Plus telah melakukan sosialisasi terkait kerja sama tersebut kepada wali nagari dan pengurus BUMNag pada Kamis (17/11) di Padang Aro. Hadir dalam sosialisasi tersebut Account Manager PLN ICON Plus Sumbagteng (Sumbar, Riau, dan Kepri), Yull Hartono.

Account Manager PLN ICON Plus Sumbagteng, Yull Hartono mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung Pemkab Solok Selatan dalam pengentasan blankspot di daerah tersebut.

"Ini juga merupakan salah satu bentuk sinergi PLN ICON Plus sebagai bagian dari BUMN di Indonesia," katanya..

Kerja sama dengan Pemkab dan BMUNag ini, menurutnya pola kerja sama yang pertama yang dilakukan dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Sumbar.

"Kerja sama dengan BUMNag ini pertama kali kita lakukan di Sumbar, dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mengatasi blankspot," ungkapnya.

Baca juga: BUMNag didorong manfaatkan hasil hutan nonkayu tingkatkan perekonomian masyarakat

Baca juga: Kemendes bantu Solok Selatan empat mikro bus

Saat ini, menurutnya telah diaktifkan internet kabel di 12 titik, yang sudah dapat digunakan untuk internet serta komunikasi handphone melalui panggilan WhatsApp.

Selanjutnya akan dilakukan upaya agar telekomunikasi internet tersebut juga bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar di daerah tersebut

Untuk itu, Pemkab melalui Diskominfo dan BUMNag akan bersinergi dalam merealisasikan penyebaran tersebut.

Yull Hartono menambahkan bahwa disamping terjadinya penyebaran internet desa, BUMNag juga dapat meningkatkan pendapatan nagari untuk lebih maju lagi kedepan.

"Tidak hanya membantu masyarakat, tapi Bumnag juga bisa menghasilkan pendapatan dari penjualan paket internet murah dan cepat di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Wali Nagari Dusun Tangah Radiman Sigintir menyambut baik program yang akan dilakukan oleh Pemkab Solok Selatan bersama PLN ICON Plus tersebut.

"Minggu depan kami akan mengundang pihak Icon ke nagari kami, untuk berdiskusi secara intens guna persiapan kerjasama tersebut," katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Pakan Rabaa Timur, Nasril, turut mendukung dan akan segera melaksanakan pola kerja sama tersebut

"Kami sudah memiliki perangkat dasar karena sudah bekerja sama dengan pihak lain sebelumnya. Tinggal sekarang pengembangan dan kami siap dijadikan percontohan untuk kerja sama ini nantinya," ujarnya.

Baca juga: Kemenparekraf sediakan internet gratis satu tahun di Desa Apar Sumbar

Baca juga: Sumbar data "titik buta" internet untuk dukung belajar daring

Baca juga: Jaringan internet membuat Sumbar tak bisa 100 persen UNBK