Bunda Literasi Jember Kasih Fajarini: Perlu Kolaborasi untuk Membudayakan Baca

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jember - Literasi merupakan faktor esensial dalam pembangunan. Perlu dukungan banyak pihak agar literasi mampu menunjang visi 'SDM Unggul Indonesia Maju' yang dicanangkan pemerintah. Salah satu cara untuk membentuk SDM unggul adalah dengan budaya baca.

"Membaca selain membuka wawasan cakrawala pengetahuan, juga dapat membentuk mental dan perilaku seseorang," kata Bunda Literasi Kabupaten Jamber, Kasih Fajarini, dalam acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) di Rembangan, Jember, Kamis (28/10/2021).

Kegiatan peningkatan indeks literasi, kata Kasih, perlu menjadi momentum sekaligus penyemangat untuk membudayakan kegemaran baca di masyarakat, sehingga indeks literasi meningkat. Dan ini bukan tanggung jawab Bunda Literasi seorang.

"Ya, tanggung jawab penumbuhan literasi bukan tugas satu pihak," katanya.

Sebagai kunci pembangunan, perlu sinergi dan kolaborasi untuk membudayakan baca, agar literasi mampu menghasilkan kualitas yang maksimal. Hal ini juga disadari anggota Komisi X DPRI RI Dapil Jember Muhammad Nur Purnamasidi.

Purnamasidi mengharapkan ada sinergi antara program yang diusung dirinya, yakni Kredit Usaha Kecil (KUK) Kuliah dengan program Bunda Literasi. "Kami punya pelaku KUK yang bisa diajak untuk melakukan mobilisasi sehingga gerakan budaya baca berjalan lebih masif hingga ke pelosok," tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Respons Bupati Jember

Senada dengan anggota DPR, Bupati Jember Hendi Siswanto mengatakan, wilayahnya memiliki potensi SDM dan alam yang sangat luar biasa jika dikelola dengan baik.

"Membaca adalah kunci untuk berdaya saing. Kualitas pengetahuan dan kemampuan melihat potensi dari persaingan zaman juga harus diawali dengan keaktifan membaca," kata Hendi.

Pemkab Jember berjanji akan terus meningkatkan aktivitas literasi dan pembudayaan kegemaran membaca lewat dari kecamatan hingga desa. Bupati Hendi cukup beralasan mengingat setiap daerah di Indonesia telah memiliki jaringan yang baik dari kecamatan hingga desa/kelurahan.

"Yang diperlukan tinggal kontinuitas. Gerakan membaca tidak harus berasa di dalam suatu ruangan," katanya.

Pemanfaatan literasi tidak sebatas dalam bidang pendidikan. Di bidang sosial dan ekonomi pun sudah banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Perpustakaan Nasional terus berinvestasi dan berkomitmen untuk bersama-sama mengembangkan potensi masyarakat lewat literasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel