Bunda Putri Berpengaruh di Kementerian Pertanian

TEMPO.CO , Jakarta:Non Saputri alias Bunda Putri diduga memiliki jaringan luas di Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Suswono mengaku pernah meresmikan pabrik pupuk PT Sinka Sinye Agrotama, perusahaan pupuk organik di Singkawang, Kalimantan Barat, pada 31 Mei 2011. »Pabrik itu punya dia,” kata Siswono seperti dimuat dalam laporan utama majalah Tempo edisi pekan ini. Seharusnya, pabrik pupuk organik terbesar di Asia Tenggara itu diresmikan oleh Presiden Yudhoyono, tapi batal.

Sejumlah pejabat di Kementerian Pertanian mengenal Bunda Putri sebagai istri Direktur Jenderal Holtikultura, Hasanuddin Ibrahim. Hebatnya, Saputri dianggap mampu mempengaruhi pergantian pejabat di Kementerian Pertanian. Seorang pejabat di sana bercerita pernah ditawari naik pangkat oleh Putri dengan syarat menyerahkan sejumlah uang. Tapi karena tak punya uang, dia menolak.

Menurut pejabat ini, ada sejumlah koleganya bisa sampai pada pembahasan tim penilai akhir di kantor wakil presiden dengan bantuan Saputri. »Saya tahu karena ada orang di sana yang bercerita,” kata pejabat ini.

Hasanuddin tak menyangkal atau membenarkan punya hubungan dengan Non Saputri. Kamis pekan lalu, dia menolak menjawab urusan rumah tangga. Saat diminta menyebut nama istrinya, ia mengatakan »Nyonya Hasanuddin.”

 

Nama Bunda Putri muncul dalam sidang terdakwa kasus suap penambahan kuota impor daging sapi, Ahmad Fathanah, Kamis tiga pekan lalu. Jaksa memperdengarkan percakapan antara bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dengan Ridwan Hakim-putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin serta Bunda Putri.

Dalam percakapan tertanggal 28 Januari 2013 atau dua hari sebelum Luthfi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi itu, perempuan yang disebut Bunda Putri membicarakan soal pergantian pejabat di salah satu kementerian. Dia juga membicarakan soal isu perombakan kabinet. Luthfi—sempat meminta maaf baru menghubungi Bunda Putri setelah bangun tidur—saat  itu menyebut Putri sebagai orang yang mampu mempengaruhi pembuat kebijakan.

 

Sehari kemudian atau setelah Fathanah ditangkap KPK, Putri memanggil Luthfi melalui Ridwan ke rumahnya di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut Ridwan, Saputri meminta penjelasan soal penangkapan Fathanah yang disebut terkait dengan PKS. Pengacara Luthfi, M. Assegaf mengatakan kliennya belum pernah menjelaskan soal Saputri. »Saya tidak punya pengetahuan soal itu,” kata Assegaf.

Juru bicara PKS Mardani Ali Sera tak mengetahui pengaruh Saputri di partainya. »Saya tidak kenal dia.” Menurut dia, Non Saputri tak pernah hadir dalam rapat pengurus partai. »Kami justru ingin peran dia dibuka saja. Kami juga ingin tahu,” kata Mardani.

 

ANTON APRIANTO | BAGJA HIDAYAT | NUR ALFIYAH | PRAM

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.