Bunda Putri Hanya Bermodal 'Foto Dekat Pejabat'

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengaruh Bunda Putri untuk membantu memuluskan proyek di berbagai Kementerian, tampaknya bukan isapan jempol semata.

Menteri Pertanian Suswono, juga mengaku mengenal pemilik nama lengkap Non Saputri ini.

Bahkan, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam pembicaraanya bersama Ahmad Fathanah dan Ridwan Hakim yang disadap KPK, menyebut Bunda Putri orang kuat.

Bagaimana sepak terjang Bunda Putri? Tribunnews berhasil mengungkap jejak petualang Bunda Putri sebelum namanya ngetop.  

Mantan menantu Bunda Putri, yakni Bernaldi Djemat atau Aldi, mengungkapkan Bunda Putri awalnya bekerja menjadi advisor bagi perusahaan minyak Malaysia, Petronas yang sedang mengembangkan usahanya di Indonesia.

Hal senada disampaikan Humprey Djemat, yang pernah menjadi pengacara Aldi Djemat. "Dulu Bu Putri kerjanya di Petronas," jelas Humprey.

Sebagai advisor, Bunda Putri mengklaim dirinya kenal dengan para pejabat di pemerintahan RI. Tugasnya menjadi advisor, yakni menjembatani Petronas berhubungan dengan pemerintah RI sehingga proyek-proyeknya diharapkan mulus.

Untuk memudahkan usahanya, Petronas meminta Bunda Putri memiliki kantor di Jakarta. Walhasil, Bunda Putri mengontrak sebuah rumah di Jl Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Rumah itu dikontrak untuk kantor sekaligus tempat tinggal Bunda Putri," terang Aldi Djemat kepada Tribunnews.  

Nama berbagai menteri, diklaim Bunda Putri dekat dengan dirinya. Namun Aldi justru menyangsikan.

Menurutnya, Bunda Putri hanya kenal dengan orang-orang yang dekat dengan menteri. Foto- fotonya bersama para menteri itulah, yang kemudian menjadi modal untuk meyakinkan ke pihak lain bahwa ia dekat dengan pejabat.

Baca Juga:

Suami Pertama Bunda Putri Orang Prancis

Aldi Djemat Kaget Bunda Putri Ternyata Mantan Mertuanya

Bunda Putri Dikenal Tegas dan Ambisius

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.