Bunda Tingting Histeris Atas Kematian Anaknya

TRIBUNNEWS.COM, BATAM -- Kematian Tingting (20), perempuan warga keturunan asal Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, di tempat kosnya Kompleks Pertokoan Penuin Centre Blok OD, sontak menggemparkan warga sekitar. Hingga kemarin kasus itu masih menyimpan misteri.

Tingting diketahui teman-teman satu kosnya masih bersama pacarnya JJ, pada Kamis (13/2/2013) malam. Namun pada malam Valentine Day itu ada yang mendengar mereka terlibat keributan hebat. Setelah itu tak ada yang mengetahui keberadaan Tingting. Namun dua hari berselang perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan bidang usaha bangunan dan kimia industri itu ditemukan tewas mengenaskan di kamarnya.

Polisi masih mengumpulkan data-data untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan itu. Lima orang saksi, termasuk pacar Tingting, telah dimintai keterangan.

"Kematian Tingting masih dalam penyelidikan. Hasil otopsi belum keluar. Namun kita duga ada tindak pidana pembunuhan. Bukti kuatnya pintu kos korban dalam keadaan tergembok dari luar. Selain itu, satu HP milik korban belum ditemukan. HP-nya keseluruhan ada tiga, dua ditemukan dan sudah diamankan. Ada lama orang saksi yang dimintai keterangan," ujar Kapolsek Lubuk Baja Kompol Aris Rusdianto saat ditemui di kantornya, Minggu (17/2/2013).

Kematian Tingting di kamar kosnya di Penuin Batam juga cepat beredar melalui berita berantai di Blacberry Massanger sejak Sabtu malam. Tak ayal, keluarganya yang ada di Dabo Singkep pun segera mendengar berita duka tersebut.

Ny Hiu A Ning, ibunda Tingting tak mampu mememendam rasa penasarannya atas kebenaran kabar itu. Ia dan beberapa anggota keluarga langsung menuju Batam pada esok harinya.
Selama perjalanan menuju Batam, Hiu A Ning tampak lesu dan mukanya tampak pucat. Sebelumnya ia juga diketahui cukup histeris.
 
"Anak saya bersama ibunya, satu kapal. Kasihan muka kelihatan pucat. Perjalanan kapal harus ditempuh selama empat jam," kata Ayun, sesepuh warga Tionghoa di Dabo Singkep kepada Tribun, Minggu.

Menurutnya, Ting itu sudah lama merantau ke Batam. Seorang kakaknya yang lain juga merantau ke Jambi. Sedangkan orantuanya tinggal sang mama, karena bapaknya sudah meninggal sejak ia masih kecil.

Menurut informasi yang didapat Ayun, Hiu A Ning tidak terlalu banyak bicara selama perjalanan. Ia sepertinya ingin segera sampai di Batam, untuk memberikan penghormatan terakhir pada anaknya itu.
 
"Rencananya Ting akan dikebumikan di Batam. Jika itu lebih baik, ya tidak apa apa di Batam saja. Kasihan juga dengan orangtuanya yang disini," ujar Ayun lagi.

Indikasi kuat adanya tindak pembunuhan selain karena kamar terkunci dari luar, korban juga ditemukan dalam kondisi keadaan telanjang tanpa busana. Kapolsek Lubukbaja memperkirakan ia meninggal sudah sekitar 3-4 hari lalu karena kondisi tubuhnya yang sudah membengkak.

Sang pacar, JJ, kepada polisi juga mengakui bahwa pada Kamis itu, ia masih bersamanya. Tetapi ia belum menceritakan lebih lanjut mengenai hubungan mereka berdua di hari selanjutnya. Keterangan lain yang didapat polisi, teman Tingting menyebut keduanya sempat bertengkar hebat. Bahkan itu sudah kerap terjadi.

"Dengan indikasi itu kita masih menunggu keluarganya untuk dilakukan otopsi. Semoga besok semakin ada kejelasan," kata Aris.

Diperoleh informasi, terkuaknya kematian Tingting ini menyusul meneruaknya bau tak sedap di sekitar tempat kos itu. Para penghuni ruko pun tidak berani membuka, karena pintu tergembok. "Anak anak kos segera melaporkan ke pemilik ruko, pemilik ruko memanggil pak RT. Bersama pak RT lah pemilik ruko dan disaksikan anak anak kos membuka pintu kamar,"terang Aris. (Tribun Jabar/apr/arm)

Baca juga:

  • Pintu Kamar Diketuk Ditawari Kencan Sesaat
  • Kerusakan Bangsa Nyaris Sempurna
  • Pria Ini Tewas Saat Mancing
  • Banjir Sumsel, Ketinggian Air Capai 2 Meter

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.