Bundaran HI Belum Normal Sampai Jumat Pagi Ini

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banjir di jantung Ibu Kota Jakarta, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sekitarnya dipastikan belum akan teratasi pagi ini, Jumat (18/1/2013).

Hingga pukul 04.30 WIB, masih terdapat genangan air, sedangkan tanggul Banjir Kanal Barat yang jebol di Jalan Latuharhary, Manggarai, juga belum rampung pengerjaannya.

"Rasanya tidak bisa selesai malam ini. Sampai saat ini saja, tanggul yang dapat diatasi sekitar 30 persen, sekitar 10 meter," ujar Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim Jakarta Pusat Kapten Rudatin di lokasi pengerjaan tanggul kepada Tribunnews.com, Jumat sekitar pukul 02.15 WIB.

Berdasarkan pantauan pukul 04.11 WIB, CCTV yang merekam gambar masih terdapat genangan air di Bundaran HI. Kamera CCTVlewatmana.com terletak di Jalan MH Thamrin, arah ke kiri, menjauhi kamera, menuju Sudirman, dan arah ke kanan, mendekati kamera, menuju Sarinah.

Debit air yang mengalir di Banjir Kanal Barat, yakni di Manggarai pun masih terbilang tinggi.
Berdasarkan data Traffic Managemen Centre Polda Metro Jaya pukul 02.06 WIB, ketinggian air di pintu Manggarai mencapai 9,25 meter.
Ketinggian ini hanya surut 5 centimeter dari Kamis siang, sesuai data BNPB 9,30 meter. Kondisi ini masih status Siaga 2, karena ketinggian air jauh di atas normal, yakni ketinggian 7,5 meter.

Di hulu sendiri, debit air dari Bendungan Katulampa Bogor, juga melebihi batas nomal 50 cm, dan pukul yang sama, TMC Polda Metro melaporkan ketinggiannya mencapai 1,4 meter. Di pintu air Depok, ketinggian arus air mencapai 2,05 meter, surut 10 centimeter dari kondisi Kamis siang 2,15 meter (Siaga 3), namun tetap melampaui batas normal 1,5 meter.

Rudatin ikut memantau proses pengerjaan pembuatan tanggul darurat yang jebol, Kamis (17/1/2013) pagi. Dia ikut rombongan Pangdam Jaya Mayjen TNI E Hudawi Lubis, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Dandim Letkol Infantri Tarsono yang mengawasi pengerjaan tanggul, hingga Kamis larut malam.

Sekitar 450 orang anggota tentara dari berbagi kesatuan, di luar anggota Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum Pemprov DKI Jakarta, bahu-membahu bekerja, nonstrop.

Hingga dini hari tadi, personel yang bertugas sekitar 450 personel TNI gabungan dari TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat.

Mereka terdiri atas kesatuan Marinir dari Markas Besar Marinir di Cilandak, Kopassus Cijantung, Kaveleri I/Kostrad Cijantung, Arhanudri I/Kostrad Serpong, dan Kodim Jakarta Pusat.

Prajurit bekerja kendati diguyur hujan. Mereka bergotong royong, mengangkat bebatuan secara estafet maupun sendiri-sendiri, mengangkut batu dari badan Jalan Latuharrary ke tepian kali, menutup tanggul yang jebol.

Mereka dibantu dua alat berat, beckho, yang biasa digunakan mengeruk tanah atau sungai. Alat berat ini membantu mendekatkan batu ke arah kali, namun tidak dapat melintasi rel yang membentang sealur dengan Banjir Kanal Barat.

BACA JUGA:

Dihantam Banjir, Gedung KPK Remang

Tengah Malam TNI dan Satpol PP Masih Garap Tanggul Darurat

Personel TNI Bertarung dengan Hujan Bangun Tanggul Darurat

Sutiyoso: Banjir 2007 Lebih Dahsyat Dibanding 2013

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.