Bunga Simpanan di Bank Turun, LPS Sebut Belum Sepenuhnya Sejalan

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan bahwa tingkat suku bunga simpanan di perbankan menunjukkan penurunan dan berpotensi terus berlanjut. Terutama, karena melimpahnya likuiditas perbankan hingga akhir 2020.

Namun, Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai, langkah penurunan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan besaran penurunan kebijakan tingkat bunga penjaminan LPS pada periode sebelumnya.

Perkembangan suku bunga pasar simpanan (SBP) pada 53 bank benchmark rupiah, kata dia, terpantau melanjutkan penurunan. SBP rupiah turun 19 basis points (bps) menjadi 3,49 persen pada periode observasi 17 Desember 2020-19 Januari 2021.

Sementara itu, dia melanjutkan, SBP pada 19 bank benchmark valuta asing pada periode observasi 10 Desember 2020 hingga 19 Januari 2021 mengalami penurunan sebesar 3 bps menjadi 0,36 persen.

"Langkah penurunan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan besaran (suku bunga penjaminan) penurunan periode sebelumnya, sehingga dipandang perlu memberikan waktu tambahan untuk perbankan melakukan penyesuaian," katanya, Kamis, 28 Januari 2021.

Baca juga: COVID-19 Tembus 1 Juta, Sri Mulyani Butuh Dana Mendesak Rp76 Triliun

Adapun kondisi dan prospek likuiditas perbankan, dikatakannya berada dalam kondisi cukup stabil. Walaupun masih terdapat beberapa risiko ketidakpastian sebagai dampak pandemi COVID-19 yang potensial berdampak ke sektor perbankan.

Kondisi itu, menurut dia, tercermin dari rata-rata suku bunga pasar antarbank pada berbagai tenor di periode observasi turun masing-masing sebesar 9 bps dibandingkan periode observasi sebelumnya.

Dengan begitu Indonesia Overnight Index Average (Indonia) ke level 3,03 persen, 3,8 persen 1 bulan, dan 4,05 persen 3 bulan. Spread antara suku bunga acuan BI dan Indonia terpantau lebih dari 71 bps yang mengindikasi likuiditas perbankan dalam kondisi cukup longgar.

"Sementara itu, pergerakan suku bunga internasional Libor (London Interbank Offered Rate) juga terpantau bergerak dalam rentang terbatas dan cenderung rendah," tutur Purbaya.

Di sisi lain, dia melanjutkan, kepercayaan nasabah penyimpan terhadap sistem perbankan masih tinggi, tercermin dari cakupan simpanan perbankan sepanjang 2020. Kondisi itu terpantau hingga periode Desember 2020.

Jumlah rekening yang dijamin LPS adalah sebesar 99,91 persen dari total rekening atau setara dengan 350.023.911 rekening. Sementara itu, secara nominal jumlah simpanan yang dijamin mencapai 52,50 persen dari total simpanan atau setara dengan Rp3.536,77 triliun.

"Kondisi itu juga didukung fundamental perbankan tetap terjaga dan kuat. Tercermin dari pergerakan Indeks Stabilitas Perbankan (BSI) yang berada dalam kategori normal," tegas dia.

BSI pada posisi 20 Januari 2021 berada pada level 99,21 ditopang berkurangnya tekanan pada sub index market pressure dan masih terjaganya level tekanan pada sub index credit pressure.