Buntut Kasus Kompol Yuni, Tes Urine Masif Pasti Digelar di Daerah Ini

Hardani Triyoga, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA – Divisi Propam Polri tak mau kecolongan lagi dengan kasus Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, eks Kapolsek Astanaanyar yang ditangkap karena pesta sabu bersama 11 anggota polisi. Anggota polisi yang dinas di daerah yang banyak tempat hiburan malam dipastikan akan dites urine secara masif.

“Kita akan melakukan cek urine terhadap anggota yang berdinas di lokasi-lokasi yang banyak tempat hiburan,” kata Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo pada Jumat, 19 Februari 2021.

Menurut dia, langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini anggota Polri terlibat dan terjerumus dalam lingkaran penggunaan dan perdagangan narkoba. “Jadi, ke depan kita melakukan secara rutin tes urine kepada anggota yang diduga sebagai pengguna,” ujarnya.

Ia mengatakan anggota Polri mesti menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba di masyarakat. Maka itu, jangan pernah sejengkal pun dekat dengan lingkaran tersebut.

“Tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di kepolisian. Siapa saja yang terlibat, sudah pasti dipidana dan dipecat, putusan tidak dengan hormat," jelas dia.

Baca Juga: Terseret Narkoba, Kompol Yuni Dewi Punya Utang Rp340 Juta

Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi bikin heboh publik karena mencoreng institusi Polri lantaran terciduk lagi pesta sabu bersama 11 oknum anggota lainnya. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, Propam Polda Jawa Barat sudah mengamankan Kompol Yuni.

"Total ada 12 (anggota polisi diamankan), termasuk Kapolseknya. Namun, sekarang ini yang jelas masih dilakukan pendalaman oleh Propam Polda Jabar," kata Erdi di Bandung, Jawa Barat pada Rabu, 17 Februari 2021.

Erdi mengatakan, kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang dilakukan belasan anggota polisi di Bandung itu berawal dari adanya pengaduan masyarakat ke Mabes Polri.