Buntut Kecelakaan Maut Vanessa Angel dan Dekan UGM, Pemerintah Diminta Aktifkan Direktorat Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mendorong agar pemerintah kembali mengaktifkan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat yang telah ditiadakan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hal itu menyusul banyaknya kecelakaan transportasi darat hingga menimbulkan korban jiwa, terutama di jalan tol. Kasus yang menjadi sorotan belakangan ini adalah kecelakaan tunggal di Tol Nganjuk yang menewaskan pasangan selebritis, Vanessa Angel dan Febri Andriansyah.

Djoko menyebut, restrukturisasi organisasi di Kemenhub yang menyebabkan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat dihilangkan dalam dua tahun ke belakang, turut berdampak pada minimnya program dan anggaran untuk keselamatan di sektor transportasi darat.

"Padahal urusan keselamatan transportasi darat belum menunjukkan keberhasilan yang berarti dalam hal menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Tingkat fatalitas masih cukup tinggi," katanya.

Terlebih, Djoko juga menilai kesadaran masyarakat akan keselamatan lalu lintas yang masih rendah juga menjadi faktor terpenting yang harus dibenahi oleh bidang yang konsen.

"Jika meninggal akibaat kecelakaan lalu lintas dianggap takdir, angka kecelakaan lalu lintas tidak pernah turun drastis. Sementara institusi yang fokus mengurusi keselamatan justru dihilangkan," katanya

"Tinggal tunggu waktu kapan arisan nyawa melayang akan terjadi terus menerus di jalan raya," tambahnya.

Dalam sehari saja, pada Kamis (4/11/2021), terjadi dua kecelakaan yang menyorot perhatian publik. Insiden pertama terjadi di ruas Jalan Tol Cipali KM 113 pada Kamis dini hari yang menewaskan salah satu Dekan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof I Gede Suparta Budisatria.

Kemudian pada siang, artis Vanessa Angel dan suaminya Febri Andriansyah meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di ruas Tol Nganjuk KM 672.

Tiap 1 Jam, 3 Orang Tewas dalam Kecelakaan

Ilustrasi Kecelakaan (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi Kecelakaan (Liputan6.com/Abdillah)

Sementara berdasarkan data dari Korlantas Polri, dalam 1 jam ada 1-3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dalam sehari sekitar 80 orang tewas seketika di jalan raya. Korban terbanyak pesepeda motor (sekitar 75 persen).

"Belum lagi ditambah sejumlah korban akibat kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka berat dan berujung meninggal dunia juga. Total bisa mencapai 120-an orang meninggal dunia setiap hari karena korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya," bebernya.

Oleh sebab itu, Djoko yang menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesoa (MTI) ini menilai bahwa Indonesia masih memiliki banyak masalah keselamatan transportasi darat yang harus dibenahi.

"Saat ini yang mengurus program keselamatan transportasi darat di bawah Direktorat Sarana Perhubungan Darat. Sudah dipastikan anggaran untuk keselamatan pasti kecil tidak sebanding dengan tanggung jawab untuk membenahi keselamatan transportasi darat se Indonesia," ujarnya.

Padahal, di sektor transportasi perkeretaapian, perairan dan udara masih memiliki Direktorat Keselamatan di masing-masing Direktorat Jenderalnya. Meski, ada peraturan dari Kementerian Penertiban Aparatur Negara membatasi jumlah direktorat di setiap direktorat jenderal.

"Namun mengingat kebutuhan yang genting dan penting tidak ada salahnya untuk memberikan tambahan direktorat baru," imbaunya.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel