Buntut Kericuhan di Laga Nice Vs Marseille, LFP Prancis Jatuhkan Hukuman

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Badan pengelola sepak bola profesional utama Prancis, The Ligue de Football Professionnel (LFP), menjatuhkan hukuman atas insiden kericuhan yang terjadi dalam laga Nice vs Marseille pada Senin (23/8/2021) dini hari WIB.

Melansir laporan Goal.com, Wasit Benoit Bastien mau tak mau menangguhkan permainan di pertengahan babak kedua akibat aksi rusuh yang dilancarkan suporter, pemain, dan staf di lapangan.

Kericuhan lantas membuat para pemain Marseille menolak keluar dari ruang ganti sehingga mereka dinyatakan kalah telak 0–3 dari Nice, sesuai peraturan yang ditetapkan LFP.

Hukuman LFP juga turut menghampiri OGC Nice. Badan sepak bola tersebut menetapkan bahwa pertandingan Nice berikutnya bakal digelar secara tertutup akibat kericuhan yang terjadi dalam laga kontra Olympique de Marseille.

Sanksi lebih lanjut diharapkan akan diberikan bulan depan. Akan tetapi, untuk saat ini, para pendukung Nice telah dilarang untuk menghadiri pertandingan mendatang dengan Bordeaux di Allianz Riviera.

Putusan Komisi Disiplin

Kerusuhan dipicu lemparan botol oleh suporter Nice yang mengenai punggung striker Marseille, Dimitri Payet pada pertengahan babak kedua. (Foto: AFP/Valery Hache)
Kerusuhan dipicu lemparan botol oleh suporter Nice yang mengenai punggung striker Marseille, Dimitri Payet pada pertengahan babak kedua. (Foto: AFP/Valery Hache)

“Mengingat insiden kekerasan serius yang terjadi selama pertandingan OGC Nice melawan Olympique de Marseille, Komisi Disiplin LFP memutuskan untuk menyelidiki kasus ini dan mengumumkan dua tindakan pencegahan,” demikian bunyi pernyataan LFP seperti dilansir dari Goal.com.

Adapun, tindakan pertama berupa penyelenggaraan pertandingan tertutup di Stadion Allienz Riviera dalam laga OGC Nice kontra FC Girondins de Bordeaux pada Sabtu (28/8/2021) sore waktu setempat.

Kedua, adanya penangguhan bangku cadangan, ruang ganti wasit, dan semua fungsi resmi untuk Pablo Fernandez, pelatih fisik di Olympique de Marseille.

“Pada akhir penyelidikan yang dikeluarkan Kamis, 8 September, Komisi Disiplin akan menentukan keputusan akhir yang diambil mengenai: (1) Perilaku pendukung OGC Nice dan invasi ke lapangan. (2) Perilaku para pemain di lapangan. (3) Nasib pertemuan,” sambung pihak LFP, dikutip dari Goal.com.

Penyebab Kericuhan

Kejadian tersebut diperparah dengan sikap para pemain Marseille lainnya yang menendang bola ke arah suporter Nice hingga makin memicu amarah mereka untuk bersama-sama turun ke lapangan. (Foto: AFP/Valery Hache)
Kejadian tersebut diperparah dengan sikap para pemain Marseille lainnya yang menendang bola ke arah suporter Nice hingga makin memicu amarah mereka untuk bersama-sama turun ke lapangan. (Foto: AFP/Valery Hache)

Adapun, kericuhan hari itu pecah usai pemain Marseille Dimitri Payet menjadi sasaran proyektil yang dilempar dari tribun suporter Nice dalam pertandingan. Tensi tinggi semakin berkobar ketika sang pemain melemparkan botol kembali ke arah penonton.

Melansir Goal.com, setelah kejadian tersebut, para penonton mulai menyerbu lapangan dan memicu perkelahian habis-habisan ketika mereka berhadapan dengan Payet bersama rekan setimnya di Marseille.

Menunggu Hasil

Kini, Nice dan Marseille harus menunggu hasil banding dari pertandingan yang terhenti kala itu. Untuk sementara, Marseille dinyatakan kalah atas Nice. Meski demikian, keduanya pun masih perlu memantau kemungkinan hukuman lain sebagai buntut atas kejadian tersebut.

Penulis: Melinda Indrasari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel