Buntut Klaster Covid-19 Pabrik Tas di Gunungkidul

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Gunungkidul Gugus Tugas Covid-19 Kapanewon Playen Gunungkidul melakukan penyemprotan disinfektan setelah meledaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di pabrik Tas Nogosari Bandung Playen Gunungkidul Minggu (6/6/2021). Hal ini dilakukan karena 21 karyawan pabrik tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Setidaknya ada 30 personel baik dari jajaran TNI Polri, juga satgas Covid-19 Kalurahan Bandung melakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan ini bukan hanya di dalam pabrik, melainkan juga radius 100 meter dari lokasi tersebut.

"Letak di dekatkan dengan warga, jadi langkah antisipasinya dengan disinfektan 100 meter kita," Kapolsek Playen Hajar Wahyudi mengatakan.

Hajar menambahkan bahwa awal terjadinya klaster Covid-19 di pabrik tersebut bermula dari ibu pemilik pabrik yang sakit. Dari gejalanya mirip orang terinfeksi Covid-19, kemudian dilakukan tes PCR di Puskesmas Playen dan dinyatakan positif Covid-19 oleh dokter.

"Dari ibu tersebut kemudian dilakukan penelusuran ke karyawan pabrik yang letaknya satu dengan pemilik pabrik," jelas Hajar.

Kemudian pada Jumat (4/6/2021) dilaksanakan tes massal di Balai Padukuhan Nogosari. Sehari setelahnya diketahui bahwa 21 orang karyawan pabrik tersebut positif. Pihak polsek dan gugus menyarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Ternyata karyawannya bukan dari kalurahan Bandung saja, ada dari beberapa kalurahan tapi masih dalam satu kapanewon," tuturnya.

Untuk langkah ke depan, Hajar melanjutkan, akan memperketat aktivitas warga khususnya Kalurahan Bandung dan sekitarnya agar lebih memperhatikan lingkungan masing-masing. Terlebih, kasus positif Covid-19 di Kapanewon Playen menjadikan Playen saat ini berstatus zona merah yang tadinya mendekati hijau.

"Prokes, dan pengetatkan warga diperlukan. Terlebih, bermain merupakan penyangga area kota Wonosari. Jadi jangan sampai ada kasus positif lagi," ungkap Hajar.

Saat disinggung soal lockdown mikro, Hajar menyebut itu merupakan kewenangan satgas Kalurahan. Jika memang diperlukan lockdown mikro, pihak Polsek Playen akan terus memantau dan mengawasi pelaksanaannya.

"Jadi hari ini adalah langkah antisipasi awal penyemprotan disinfektan untu wilayah operasional," ulasnya.

Pihak Dinas Kesehatan Gunungkidul pun mengungkapkan kemunculan klaster baru penularan Covid-19 di wilayah mereka. Klaster penularan Covid-19 tersebut adalah klaster pabrik tas yang ada di wilayah Kapanewonan Playen. Klaster Pabrik Tas ini menjadi klaster kedua yang muncul di wilayah Kapanewonan Playen.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan setidaknya ada 21 orang tercatat positif dalam klaster pabrik tas tersebut. Upaya penelusuran langsung dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Gunungkidul untuk memutus penyebaran Covid-19 tersebut.

"Kami belum bisa memastikan berapa karyawan yang terpapar dan berapa keluarga karyawan yang positif Covid-19. Menelusuri kontak berjalan. Jadi kami belum bisa memastikan terus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati, Sabtu (5/6/2021).

Dewi menuturkan, tracing contact masih terus mereka lakukan terhadap karyawan atau keluarga karyawan yang positif Covid-19. Dan hari Sabtu ini mereka melakukan tracing terhadap 107 orang dari klaster pabrik yang berada di Padukuhan Nogosari I Kalurahan Bandung ini.

Dari tracing yang sudah dilakukan setidaknya ada 19 orang yang dinyatakan positif. Sehingga secara keseluruhan ditambah 2 orang karyawan yang dinyatakan positif sebelumnya, sudah ada 21 orang yang dinyatakan positif dari klaster pabrik tas ini.

"Dari tracing yang positif 19 dan 12 orang harus tes PCR. Kita lanjutkan tracing ini,"ungkapnya.

Dewi menambahkan hingga hari Sabtu (5/6/2021), ada penambahan 41 orang positif Covid-19. Sehingga secara keseluruhan sudah ada 3.179 orang warga Gunungkidul yang dinyatakan positif Covid-19. Sementara yang sudah sembuh ada 2.808 orang dan meninggal dunia 154 orang.

Simak video pilihan berikut ini: