Buntut Penikaman, Orang Semakin Tertarik dengan Buku "Ayat-Ayat Setan" Salman Rushdie

Merdeka.com - Merdeka.com - Penulis buku kontroversial "Ayat-Ayat Setan", Salman Rusdhie, ditikam pada Jumat di New York. Buntut dari kejadian ini, orang-orang semakin tertarik dengan buku yang dinilai menistakan Islam tersebut.

Pada Sabtu, buku Ayat-Ayat Setan berada di daftar "Movers &Shakers" tiga teratas Amazon.
Daftar ini mengacu pada buku-buku yang penjualannya paling laris. Tidak hanya Ayat-Ayat Setan, buku Rusdhie lainnya "Midnight's Children" bolak-balik berada di posisi keempat dan kelima.

Dikutip dari laman The Times of Israel, Selasa (16/8), sejumlah toko buku juga melaporkan semakin banyak orang yang tertarik dengan penulis kelahiran India itu.

Di Strand Bookstore New York, penjualan buku Rushdie yang lama maupun baru meningkat.

"Kami menemukan ada orang-orang yang datang untuk mencari apa pun yang dia tulis," kata manajer lapangan Strand Bookstore, Katie Silvernail.

"Beberapa karyawan kami yang lebih muda tidak pernah mendengar tentang dia (Rushdie). Jadi menarik kemarin kami ngobrol dengan staf-staf muda kami tentang siapa dia dan pengaruhnya di dunia literasi."

Di Twitter, beberapa pengguna mendesak orang-orang membeli buku Rushdie sebagai bentuk solidaritas setelah penyerangan tersebut.

"Ayat-Ayat Setan" merupakan kisah surealis dua aktor India yang pesawatnya meledak di atas Kanal Inggris setelah dibajak. Mereka selamat dan berhasil mencapai pantai di Inggris, salah satu dari mereka seorang malaikat dan lainnya iblis.

Sayangnya dalam buku itu, Rushdie menamakan seorang PSK dengan nama salah satu istri Nabi Muhammad. Dia juga menciptakan karakter seorang nabi bernama Mahound.

Rushdie, yang memiliki kewarganegaraan Inggris dan Amerika, masih dirawat di rumah sakit setelah penyerangan dan dalam masa penyembuhan. [pan]