Buntut Perang Rusia & Ukraina, Serangan Siber Meningkat 4 Kali Lipat

Merdeka.com - Merdeka.com - Menurut laporan Kaspersky periode Januari-Maret 2022, mengungkapkan data menarik tentang jumlah serangan Distributed Denial of Service (DDoS).

Laporan tersebut merekam terjadi kenaikan serangan 4,5 kali lipat dibandingkan kuartal pertama 2021. Dugaan berlipatnya serangan itu lantaran aktivitas hacktivist yang meningkat.

"Tren kenaikan tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh situasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina," ujar Alexander Gutnikov, pakar keamanan Kaspersky dalam keterangannya, Minggu (1/5).

Gutnikov melanjutkan, serangan tersebut tidak hanya dilakukan dalam skala besar tetapi juga inovatif. Contohnya termasuk situs yang meniru permainan puzzle 2048 yang populer untuk membuat gamify serangan DDoS di situs web Rusia, dan panggilan pembentukan pasukan sukarelawan TI untuk memfasilitasi serangan siber.

"Beberapa serangan yang kami amati berlangsung selama berhari-hari dan bahkan berminggu-minggu, menunjukkan bahwa serangan tersebut mungkin dilakukan oleh aktivis siber yang bermotif ideologis," kata dia.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa rata-rata sesi DDoS berlangsung 80 kali lebih lama dibandingkan pada Q1 2021. Serangan terlama terdeteksi pada 29 Maret dengan durasi yang sangat lama yaitu 177 jam.

"Pada kuartal pertama 2022 kami menyaksikan jumlah serangan DDoS yang tinggi sepanjang masa," terangnya. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel