Buntut Perang Rusia vs Ukraina, Kepala Daerah Diminta Rutin Cek Harga Pangan & Energi

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta kepala daerah untuk intensif memonitor stabilitas harga pangan dan energi di daerahnya masing-masing. Upaya ini sebagai respons atas perang Rusia-Ukraina yang telah berdampak ke berbagai sektor, termasuk gangguan stabilitas ekonomi di dunia.

"Oleh karena itu, saya berharap agar kepala daerah dapat terus secara intensif untuk berkomunikasi dan mengendalikan penuh Satgas Pangan tersebut," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Suhajar Diantoro.

Hal itu dia sampaikan saat membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada 'Peringatan ke-26 Hari Otonomi Daerah Tahun 2022' secara hybrid di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (25/4).

Suhajar menjelaskan, di tengah situasi dunia yang telah menjadi kampung global, perang antara Rusia-Ukraina cukup berdampak pada pola rantai ketersediaan dan permintaan pangan dan energi di banyak negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini menimbulkan berbagai gangguan, termasuk pada stabilitas ekonomi dunia.

"Bahkan, di beberapa negara sudah terjadi inflasi serta kenaikan harga pangan dan energi," bebernya.

Dia menuturkan, bila Indonesia turut terdampak, maka otomatis akan berpengaruh ke seluruh daerah. Karena itu, dia menekankan kembali kepala daerah harus intensif memonitor stabilitas harga pangan dan energi di daerahnya.

Hal tersebut dilakukan dengan menerapkan langkah yang cerdas untuk menjaga stabilitas harga-harga tersebut.

Sebagai informasi, saat ini di setiap daerah telah terbentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda). Pembentukan tersebut didasarkan pada Surat Edaran Mendagri Nomor 511.2/3149/SJ tentang Pembentukan Satuan Tugas Ketahanan Pangan di Daerah. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel