Buntut Ricuh Pengukuhan Calon Bupati Blora Jalur Independen

Liputan6.com, Blora - Jagat maya di Blora, Jawa Tengah mendadak heboh oleh video seorang pria dijemput paksa oleh orang tak dikenal. Dugaan penculikan pun meruap.

Video ini diunggah kali pertama oleh akun Iimtabah di Facebook pada Selasa (19/11/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam unggahan video itu, Iimbahtah menulis keterangan bahwa telah terjadi pengeroyokan dan pengangkutan.

"Diduga telah terjadi pengeroyokan dan pengangkutan teman kita salah satu wartawan berinisial PS di dekat RS Permata sekitar pukul 12.00 - 13.00 oleh sekelompok orang dgn membawa sebuah mobil fortuner berplat AD.... Hingga saat ini nmr telpon yg diduga diangkut ( korban ) dihubungi msh tdk aktif....,” tulis akun ini dalam unggahannya.

Belakangan diketahui, pria yang diduga diculik itu adalah Pujo Suwarno. Pujo sempat bikin gaduh pengukuhan calon bupati Blora, yang juga viral, Minggu, 17 November 2019.

Pujo Suwarno disebut sebagai seorang wartawan di sebuah media online dan cetak bernama Metropol. Mendadak sontak, kabar dugaan penculikan ini pun beredar secara berantai melalui aplikasi pesan di masyarakat dan antarawak media di Blora.

Informasi yang diperoleh Liputan6.com, Pujo dijemput paksa saat dia berada di warung makan di Kelurahan Kedung Jenar. Sebelumnya Pujo Suwarno sempat membikin gaduh acara pengukuhan calon Bupati dan Wakil Bupati Blora dari jalur independen yang dilaksanakan oleh Yayasan Surya Nuswantara di Gedung Sebaguna NU Blora, Minggu, 17 November 2019.

Simak video pilihan berikut ini:

Keterangan Polisi Soal Dugaan Penculikan

Pengukuhan calon bupati dan waki bupati Blora yang didukung Yayasan Surya Nuswantara ricuh. (Foto: Liputan6.com/Ahmad Adirin)

Saat itu, Pujo Suwarno memprotes dukungan Yayasan Surya Nuswantara ke salah satu paslon ini. Dia tak sepakat yayasan digunakan untuk berpolitik. Dan pujo diketahui pernah menjadi mantan Ketua Pembina di organisasi tersebut.

Pernyataan itu spontan memicu emosi para pengurus yayasan. Pujo Suwarno saat itu juga ditarik keluar Gedung. Waktu itu, Edison, salah satu pengurus di Blora kemudian memintanya untuk keluar dan tidak mengganggu acara tersebut.

Untuk menghindari kericuhan lebih buruk lagi, polisi meminta agar Pujo Suwarno meninggalkan tempat. Ia dipersilakan melapor ke polisi, jika memang memiliki alat bukti yang kuat.

Kapolsek Blora kota, AKP Agus Budiana membenarkan Pujo Suwarno dijemput paksa oleh sejumlah orang. Informasi terakhir, saat ini Pujo Suwarno sedang berada di Sukoharjo.

"Informasi terakhir berada di Sukoharjo dalam keadaan baik-baik, kita koordinasi dengan Satreskrim Sukoharjo untuk memantau keselamatannya," kata Agus.

Agus menduga, penjemputan paksa itu masih ada kaitan dengan peristiwa sebelumnya yang melibatkan Pujo dengan Yayasan Nuswantara. Kemungkinan, hanya upaya klarifikasi.

Tetapi, ia pun tak berani berspekulasi. Sebab, hingga saat ini kepolisian belum bertemu dan memperoleh keterangan yang bersangkutan. Namun begitu, kepolisian berjanji untuk secepatnya menemukan dan mengamankan Pujo.

"Istrinya tadi sudah menyampaikan kepada rekannya Pak Gunawan bahwa yang bersangkutan berada di Solo sudah bisa dihubungi. Keadaannya baik-baik saja," dia menerangkan.