Buntut Video Viral Emak-Emak yang Komentari Protokol Kesehatan di Padang

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi viral di media sosial. (iStockphoto)

Liputan6.com, Padang - Seorang perempuan paruh baya diamankan Kepolisian Polda Sumatera Barat, menyusul viralnya video di sebuah restoran di Kota Padang.

Dalam video berdurasi 1 menit 5 detik yang direkam pada Jumat, 2 Juli 2021 itu, terlihat seorang perempuan merekam kondisi restoran yang ramai tanpa adanya protokol kesehatan.

"Di Padang kota bebas. Makan apa aja kita, enggak ada yang di-lock down, enggak ada pembatasan dan sekat-sekat. Tuh, lihat tuh, rame. Enggak ada, bebas semua, tidak ada jaga jarak," katanya dalam video.

Dalam video itu, ia mengungkapkan bahwa Kota Padang aman dan warganya tidak takut dengan Covid-19. Ia juga mempertanyakan alasan kepanikan warga Jakarta.

"Padang aman, tidak takut sama corona. Lihatlah, lihat saya lagi di Padang, makan di Restoran Bebek Sawah. Rame, enggak ada jaga jarak. Bebas, kenapa kita di Jakarta pada panik semua? Udah jangan panik, terus saja lawan, pemerintahan zolim, ayo selamat selamat makan semua-semua".

Buntut Video Viral

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti video yang viral tersebut.

"Kami telah periksa seorang perempuan inisial Y (54) tadi malam, ia dimintai keterangan terkait videonya yang viral di media sosial," katanya kepada Liputan6.com, Senin (5/7/2021).

Satake menyebut, Y diperiksa selama tiga jam. Dari hasil pemeriksaan, Y mengaku mengambil video itu karena ia merasa situasi di sini sangat berbeda dengan di Jakarta.

"Y beralamat di Jakarta, jadi dia ke Padang untuk menjenguk ibunya yang sakit. Kemudian hari Jumat ia pergi makan di restoran tersebut," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, proses hukumnya terus berlanjut. Y berpotensi dijerat dengan pasal 45 a juncto pasal 28 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 yaitu Tentang ITE.

"Yang bersangkutan tidak ditahan namun wajib lapor dua kali dalam satu minggu," ujarnya.

Kemudian untuk pihak restoran, Polda Sumbar melimpahkan kasus tersebut kepada Satpol-PP untuk menindaklanjuti dan menegakkan hukum.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel