Bunuh Seorang Pesilat, 5 Pelaku Sadis di Surabaya Ditahan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menangkap dan menetapkan 5 orang sebagai tersangka kasus pembunuhan dengan korban BH (24), anggota sebuah perguruan seni bela diri asal Nganjuk yang indekos di Sabikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur. Lima tersangka tersebut kini ditahan.

Lima tersangka itu ialah BY, KM, JK, ST, dan NR. Mereka merupakan warga Surabaya dari berbagai kampung.

“Ada lagi satu pelaku masih buron dan telah kami tetapkan dalam daftar pencarian orang atau DPO," kata Kepala Polestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Akhmad Yusep Gunawan pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Ia menjelaskan, peristiwa berdarah itu terjadi pada 19 Agustus 2021 lalu sekitar pukul 23.15 WIB di Jalan Balongsari, Sambikerep, Surabaya. Saat itu korban yang sedang dibonceng temannya mengendarai sepeda motor dipepet oleh rombongan tersangka yang menggunakan 3 sepeda motor dan berboncengan.

Korban diserang oleh salah satu tersangka dengan senjata tajam dan lalu ditemukan tak bernyawa dengan luka sayat di bagian leher. Yusep mengatakan, motif para tersangka membunuh karena terprovokasi oleh korban yang dirasa arogan saat melintas di Jalan Raya Balongsari.

Yusep menegaskan bahwa peristiwa itu tidak ada kaitannya dengan bentrok atau perseteruan antarkelompok perguruan seni bela diri. Para tersangka juga bukan kelompok gengster.

“Pekerjaannya juga macam-macam, ada yang pemotong rambut, bengkel dan pegawai swasta. Para pelaku juga tidak mengenal korban," ucapnya.

Dalam pemeriksaan juga diketahui bahwa masing-masing tersangka biasa membawa senjata tajam saat keluar rumah. Dari tangan para tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti sajam, seperti pedang, pisau, dan sangkur. Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 338 KUPH dan atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP Juncto Pasal 55 KUHP.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel