Bupati Banyuasin Umumkan Perceraian dengan Istri saat Syukuran 4 Tahun Memimpin

Merdeka.com - Merdeka.com - Ada pengumuman tidak biasa saat acara syukuran empat tahun kepemimpinan Askolani sebagai Bupati Banyuasin di pendopo rumah dinasnya, Minggu (18/9). Di momen itu sang kepala daerah mengumumkan perceraian dengan istrinya, dr Sry Fitriyanti.

Askolani mengatakan, dirinya segera mengurus perceraian dengan Sry Fitriyanti di Pengadilan Agama. Sementara secara agama, dirinya tak lagi memiliki hubungan pernikahan dengan perempuan itu.

"Saya dengan istri sudah cerai secara agama. Saya segera urus ke Pengadilan Agama agar cerai secara hukum negara," ungkap Askolani.

Dia mengakui pernikahannya tak bisa lagi dipertahankan. Hanya, dia tidak menyebut alasan menceraikan istrinya. "Perceraian ini karena tidak sejalan, tidak sefrekuensi," kata dia.

Askolani berharap warga Banyuasin dan pendukungnya mengerti dengan keputusannya. Dia menganggap banyak cobaan dihadapinya selama menjabat Bupati Banyuasin empat tahun terakhir. "Seperti isu perselingkuhan," ujarnya.

Dilaporkan Mantan Istri

Askolani menikahi Sry Fitriyanti pada 2019 atau setahun setelah istri pertamanya meninggal dunia. Sebelumnya, pada 2014, Askolani menikah siri dengan Nova Yunita dan diklaimnya sudah berpisah.

Terkait pelaporan mantan istri sirinya, Nova Yunita di Polda Sumsel tentang menikah tanpa izin, Askolani mengaku telah melapor balik. Menurut dia, laporan Nova bertujuan mencemarkan nama baik karena perempuan itu sudah diceraikan sebelum menikah lagi.

"Laporan balik sudah saya sampaikan, sekarang Polda Sumsel memprosesnya," terang dia.

Beda Pendapat soal Poligami

Sementara itu, Sry Fitriyanti menyesalkan pengumuman perceraian itu kepada publik. Menurut dia, masalah itu tak perlu disebarkan luaskan karena perihal rumah tangga.

"Saya menyayangkan sikap beliau seperti itu, ini bukan konsumsi publik, mestinya beliau lebih bijak," ujarnya.

Dia awalnya masih tetap ingin mempertahankan rumah tangganya. Namun perbedaan pendapat tentang poligami menjadi alasan kuat Askolani menceraikannya.

"Satu suami, satu perempuan. Pernikahan itu sakral, bukan untuk dibuat main-main," pungkasnya. [yan]