Bupati Banyuwangi lepas ekspor perdana reduktan herbisida ke Malaysia

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas ekspor perdana produk reduktan herbisida (pengurang penyiang gulma) asal Banyuwangi, Jawa Timur, ke Malaysia.

Produk reduktan herbisida Weed Solut-ion produksi PT Pandawa Agri Indonesia itu diklaim sebagai satu-satunya produk di dunia yang dapat mengurangi penggunaan herbisida hingga 50 persen.

"Pemerintah terus mendorong dan memberikan dukungan untuk usaha-usaha yang diinisiasi oleh pemuda, produk Weed Solut-ion ini merupakan produk yang sangat bagus dan menjadi solusi bagi petani. Selain itu, sejalan juga dengan konsep pariwisata Banyuwangi yang mengusung konsep ecotourism," kata Ipuk dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Ipuk menambahkan, ekspor yang dilakukan Pandawa Agri Indonesia menandakan masih ada peluang di tengah pandemi ini.

"Saat ini Bandara Internasional Banyuwangi juga sudah membuka penerbangan untuk pasar ekspor ke luar negeri dan itu sangat membantu pengusaha asal Banyuwangi," imbuhnya.

Peresmian ekspor perdana Weed Solut-ion dilakukan di kawasan Kantor dan Pabrik Pandawa Agri Indonesia di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi-Jawa Timur, Rabu (17/3). Pandawa Agri Indonesia memberangkatkan satu kontainer tahap awal sebanyak 20 ton Weed Solut-ion untuk digunakan di perkebunan kelapa sawit milik negara terbesar di Malaysia.

CEO Pandawa Agri Indonesia Kukuh Roxa berharap ekspor perdana itu menjadi jalan pembuka untuk pengembangan produk mereka ke negara-negara lain. Pasalnya, menurut dia, sudah banyak negara-negara seperti di ASEAN yang mempunyai regulasi untuk mengurangi penggunaan pestisida.

"Semoga ekspor perdana ini menjadi jalan pembuka untuk pengembangan produk kami ke negara-negara lain, karena memang sudah banyak sekali negara-negara seperti di ASEAN, mereka telah mempunyai regulasi untuk mengurangi penggunaan pestisida namun belum memiliki solusinya, sehingga kami berusaha untuk terus memperluas cakupan distribusi produk kami," katanya.

Kukuh menambahkan selama ini pihaknya berfokus untuk menyuplai kebutuhan perkebunan besar multinasional di Indonesia yang mayoritas di luar Pulau Jawa.

"Hingga saat ini kami telah berhasil untuk mengurangi penggunaan pestisida hingga 1 juta liter. Kami harap dengan terlaksananya kegiatan ekspor ini, kami ke depan juga bisa berkontribusi ke Banyuwangi, sehingga Banyuwangi bisa menjadi kabupaten pertama di Indonesia, bahkan di dunia yang mampu menurunkan penggunaan pestisida secara signifikan di bidang pertanian," kata Kukuh.

Pandawa Agri Indonesia merupakan perusahaan berbasis lifescience pertama dari Indonesia dan saat ini satu-satunya yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk pengurang pestisida (reduktan pestisida).

Baca juga: Luas areal tanaman padi 2020 di Banyuwangi lampaui target

Baca juga: Bupati sambut baik beroperasinya kembali penerbangan ke Banyuwangi