Bupati Batang minta mahasiswa tangkap peluang KITB

·Bacaan 1 menit

Bupati Batang, Jawa Tengah, Wihaji meminta mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Batang Indonesia (Forkombi) mampu menangkap peluang dari berdirinya Kawasan Industri Terpadu Batang yang akan membutuhkan 150 ribu tenaga kerja.

"Saya yakin selain bertujuan menyelesaikan pendidikan kuliah. Para mahasiswa ini pasti ada impian memajukan daerah melalui kreativitas dan inovasi sesuai masing-masing bidangnya," kata Bupati Wihaji di Batang, Sabtu.

Menurut dia, berdirinya Kawasan Industri Terpadu Batang yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai proyek strategis nasional (PSN) ini akan menjadi peluang bagi Forkombi ikut berperan dalam memajukan daerah.

Baca juga: Pembangunan proyek KIT Batang sesuai harapan

Wihaji mengatakan banyak yang harus dipersiapkan oleh Forkombi untuk 5 tahun ke depan karena tantangan dan kompetisi peluang kerja dan usaha cukup terbuka.

"Oleh karena itu, saya berharap Forkombi memiliki andil di KITB, jangan sampai kita hanya menjadi penonton saja di daerah sendiri," katanya.

Ia menegaskan Forkombi merupakan simbol perubahan masyarakat Batang sehingga harus memiliki inovasi dan kreativitas dalam menghadapi tantangan revolusi 4.0.

Berdasar laporan pimpinan KITB, kata dia, hingga akhir November 2021, realisai nilai investasi KITB sudah menembus sebesar Rp4,9 triliun.

"Investor yang berinvestasi di KITB berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan ada lima perusahaan yang bergerak di bidang tinta, aluminium, keramik, pipa, dan kaca," kata Wihaji.

Baca juga: Pembangunan kawasan industri hijau di Bulungan murni digarap swasta

Ketua Forkombi Adhim Bagas Wisnu Aji mengatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dan mendukung program-program positif dari pemerintah daerah.

"Kami harus bisa melakukan pembaruan dan menjalin sinergi dengan pemkab untuk kemajuan daerah," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel