Bupati Buol Imbau Warga Tak Terpengaruh Hoaks Covid-19

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Miroslava Chrienova via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amirudin Rauf mengimbau, masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan hoaks terkait virus corona Covid-19 di media sosial.

Amirudin menjelaskan, salah satu hoaks yang marak dan mempengaruhi perilaku masyarakat saat menghadapi pandemi Covid-19, yakni informasi palsu mengenai pemerintah daerah sengaja meng-Covidkan pasien.

"Iya, ada informasi yang beredar di media sosial bahwa pemerintah daerah sengaja meng-covidkan pasien agar mendapat dana ratusan juta," ucap Bupati Amirudin dikutip dari Antara, Rabu (25/8/2021).

Amirudin menegaskan bahwa pemerintah daerah dengan segala perangkatnya tidak memiliki niat atau rencana untuk meng-covidkan pasien, yang ditangani oleh tenaga kesehatan di rumah sakit ataupun puskesmas.

Sebaliknya, pemerintah daerah berupaya memberikan penanganan dan perawatan agar pasien di rumah sakit ataupun puskesmas bisa segera sembuh.

"Isu yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah mengcovidkan pasien untuk dapat dana sebesar Rp300 juta dari pemerintah pusat adalah hoaks," kata Amirudin.

Menurut Amirudin, isu-isu tersebut justru semakin memperkeruh suasana dalam penanganan Covid-19 serta dapat merugikan masyarakat itu sendiri, karena menghambat upaya pemerintah mempercepat pemulihan.

"Isu yang menyesatkan seperti itu, justru akan menghambat penanganan Covid-19, pada akhirnya merugikan daerah dan rakyat," sebutnya.

Karena itu, Amirudin berharap, agar masyarakat dapat memilah dengan jernih dalam mengamati setiap penyebaran informasi di media sosial.

"Banyak kerugian yang daerah dan rakyat kita dapatkan, termasuk tenaga kesehatan. Isu seperti itu sangat membahayakan tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya terkait penanganan Covid-19," ungkapnya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel