Bupati: Dashat BKKBN mampu berdayakan masyarakat olah gizi seimbang

Bupati Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat Benny Dwifa Yuswir mengatakan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang diusung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mampu memberdayakan masyarakat dalam mengolah gizi seimbang.

“Mengatasi stunting dimulai dari dapur yang sehat. Peluncuran Dashat ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, yakni keluarga yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, balita atau baduta stunting, terutama dari keluarga yang kurang mampu,” kata Benny saat ditemui ANTARA di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Senin.

Benny menuturkan meskipun daerahnya kaya akan sumber daya alam dan memiliki lingkungan yang indah, kondisi kekerdilan pada anak (stunting) di Kabupaten Sijunjung masih memprihatinkan, karena menyentuh angka 30,1 persen. Angka prevalensi itu, lebih tinggi dibandingkan angka nasional, yakni 24,4 persen.

Baca juga: Kepala BKKBN pantau kondisi KB di Sijunjung Sumbar

Dengan hadirnya Dashat, sumber pangan lokal yang penuh gizi dapat diolah dengan baik oleh masyarakat melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang sudah dibentuk dan terdiri atas bidan, kader PKK juga kader KB.

Dashat juga mampu mencontohkan cara masak yang bersih dan sehat pada keluarga sembari menambahkan wawasan luas terkait asupan gizi terutama bagi anak-anak.

Ia menyebutkan beberapa pangan lokal yang mampu diolah menjadi produk lokal terbaik oleh pihaknya adalah madu galo-galo, jamur tiram, ikan salai, ubi kayu, jagung, randang galingang, serta randang udang yang dapat dibeli di UMKM kreatif Sijunjung.

“Tim pendamping keluarga sebagai ujung tombak di nagari masing-masing, semoga pendampingan sasaran keluarga risiko stunting dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Benny.

Benny menambahkan sudah banyak program di daerahnya untuk mempercepat penurunan angka stunting. Namun, semua tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya kerja sama dan komitmen kuat dari semua lapisan masyarakat.

Baca juga: BKKBN luncurkan program DASHAT disaksikan 19 delegasi dubes

Baca juga: BKKBN lawan stunting melalui program Dashat

Pihaknya semakin terbantu dengan bantuan Baznas untuk mengungkap atau menyelesaikan berbagai persoalan dengan turun langsung ke lokasi keluarga berisiko stunting.

Dengan terpetanya keluarga berisiko stunting dan kolaborasi semua pihak, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Sijunjung jauh di bawah capaian nasional.

“Mudah-mudahan, kami yakin dengan kolaborasi bersama dan pola pemerintahan hari ini insya Allah kita komitmen untuk menurunkan stunting di Kabupaten Sijunjung,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel