Bupati Dhito: Tren Covid-19 di Kediri Naik Setelah Lebaran

·Bacaan 2 menit
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Liputan6.com, Surabaya - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebutkan bahwa saat ini tren kasus COVID-19 di daerahnya naik setelah Lebaran 2021.

"Tren naik. Kemarin sempat masuk zona kuning, tapi tidak saya umumkan karena saya punya feeling akan jingga dan benar," kata Bupati Dhito di Kediri, Kamis (2021), seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, tren itu terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 2021. Untuk itu, ia minta protokol kesehatan diterapkan dengan baik.

"Ini setelah Lebaran, tapi tidak ada pembenaran COVID-19 naik. Mau Lebaran atau tidak, harusnya kita kontrol, seperti masker. Harus tertib penggunaan masker. Naiknya ini cukup signifikan dan terus kami tekan," ujar dia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Bambang Triyono Putro menambahkan evaluasi kasus COVID-19 setelah Lebaran 2021 memang belum dilakukan hingga 100 persen. Ini dimungkinkan karena masa inkubasinya.

"Setelah Lebaran tentunya belum 100 persen bisa kita evaluasi, karena masa inkubasinya mungkin. Sementara ini tren masih dikatakan dalam batas normal, penambahan 10 (kasus), di bawah 10, di atas 10," kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa yang melegakan saat ini adalah tingkat hunian di rumah sakit di bawah 20 persen. Hal ini sudah terjadi hampir satu bulan terakhir.

3 Rumah Sakit Rujukan

Di Kabupaten Kediri, terdapat tiga rumah sakit rujukan COVID-19, serta beberapa rumah sakit lainnya yang juga jadi rumah sakit rujukan.

"Yang melegakan tingkat hunian rumah sakit di bawah 20 persen. Ini standar hampir satu bulan. Tren turun. Jadi, tidak sampai 20 persen dan ini tdiak banyak yang harus dirawat," kata dia.

Ia juga mengatakan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kediri hingga kini terus dilakukan. Kabupaten Kediri mendapatkan kiriman 400 ribu dosis, yang diberikan untuk tenaga kesehatan serta pelayan publik.

"Dibandingkan dengan vaksin yang kami terima 40 persen tapi itu dengan catatan setengahnya untuk dosis kedua. Jadi, vaksin tidak bisa kami berikan semua, karena untuk persiapan dosis kedua," kata dia.

Ia berharap vaksinasi COVID-19 bisa dilakukan secara menyeluruh untuk warga penerima. Untuk itu, hingga kini pemkab juga terus melakukan sosialisasi untuk gencar vaksinasi COVID-19.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel