Bupati harapkan produk lokal Banyumas tembus pasar internasional

·Bacaan 1 menit

Bupati Banyumas Achmad Husein mengharapkan produk lokal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bisa menembus pasar nasional maupun internasional melalui Rumah Niaga Banyumas/Galeri Dinperindag.

"Ini (Rumah Niaga Banyumas/Galeri Dinperindag, red.) kan dalam rangka untuk mengembangkan pemasaran produk-produk lokal supaya go nasional dan go internasional," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Bupati mengatakan hal itu kepada wartawan usai meresmikan Rumah Niaga Banyumas/Galeri Dinperindag di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas.

Baca juga: Pemerintah ajak masyarakat beli dan promosi produk dalam negeri

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinperindag setempat menggandeng MarkPlus dan pedagang besar daring salah satunya Blibli.com agar produk-produk lokal Banyumas benar-benar bisa dikenal di kancah nasional dan internasional.

"Sebagian sudah masuk ke marketplace, belum semuanya, masih proses upload," katanya.

Ia mengaku sudah mencoba beberapa produk yang dipamerkan di Rumah Niaga Banyumas/Galeri Dinperindag dan kualitasnya tergolong bagus.

Bahkan, kata dia, produk-produk tersebut telah memiliki berbagai perizinan seperti izin dari Dinas Kesehatan dan sebagainya.

Ia mengharapkan Rumah Niaga Banyumas/Galeri Dinperindag nantinya juga berkolaborasi dengan aplikasi Lapakmas (Layanan Aplikasi Perekonomian Ngapak Banyumas) yang baru diluncurkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Banyumas.

"Nanti digabungkan, ada kolaborasi (dengan Lapakmas)," katanya menegaskan.

Baca juga: Wajah anyar UMKM dalam balutan platform digital

Produk-produk lokal Banyumas yang ditawarkan melalui Rumah Niaga Banyumas/Galeri Dinperindag di antaranya batik ecoprint, kopi, dan berbagai makanan khas Banyumas.

Sementara itu, aplikasi Lapakmas diluncurkan Bappelitbangda Kabupaten Banyumas pada hari Selasa (22/6) sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya secara daring.

Pada tahap awal, sebanyak 50 pelaku UMKM Kabupaten Banyumas yang didominasi usaha kuliner dan beberapa kerajinan tangan telah memasarkan produknya melalui aplikasi Lapakmas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel