Bupati: Idul Fitri refleksi membangun persatuan

Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar menyampaikan bahwa Idul Fitri momen membangun persatuan serta persaudaraan berlandaskan keimanan dan kebangsaan dengan saling memaafkan.

Bupati Rusma Yul Anwar di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa, mengatakan pandemi COVID-19 sejak dua tahun terakhir telah menciptakan berbagai keterbatasan di berbagai bidang, termasuk silaturahim dalam bentuk bertemu langsung dan berjabat tangan untuk saling memaafkan.

"Nah, jangan jadikan itu sebagai pemutus tali silaturahim dan alasan untuk tidak saling penghambat saling maaf," ujarnya.

Silaturahim dan saling memaafkan, kata dia, tidak harus dengan pertemuan langsung, tetapi bisa juga lewat berbagai fasilitas, seperti virtual.

Ia mengatakan inti memaafkan tak hanya berjabat tangan, namun atas kesadaran yang muncul dari ketulusan hati.

Baca juga: Praktisi: Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan kualitas diri

Saling memaafkan, katanya, suatu kewajiban sebagaimana Allah SWT yang senantiasa membuka pintu maaf-Nya. Demikian juga hendaknya dengan sesama manusia harus saling memaafkan.

Ia melanjutkan saling memaafkan dan menjaga silaturahim merupakan pintu menuju ukhuwah dan jembatan mencapai kebahagiaan kalbu, karena ada kelapangan apabila hati memaafkan.

Karena itu, melalui Idul Fitri kali ini dirinya mengajak semua pihak untuk bersama mempererat persaudaraan sebagai fondasi mengokohkan persatuan dan kesatuan.

"Tentu dengan berlandaskan kebangsaan dan keagamaan. Dengan demikian segala persoalan dapat diselesaikan mudah," katanya.

Baca juga: Menyudahi rindu di hari kemenangan

Untuk menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi kemasyarakatan saat pandemi ini, kata dia, pemerintah mulai dari pusat, provinsi, dan kabupaten telah melakukan berbagai program, di antaranya program sosial dan stimulan ekonomi melalui bantuan langsung tunai, sehingga masyarakat tetap dapat menjaga daya beli, karena konsumsi merupakan salah satu faktor utama dalam kinerja perekonomian daerah.

Demikian juga halnya dengan pemerintah kabupaten yang secara berkelanjutan terus melakukan perbaikan, sehingga pada 2021 perekonomian daerah mampu tumbuh positif, meski di tengah pandemi.

Menurut dia, program-program yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah terus berlanjut, sehingga cita-cita pembangunan terlaksana dengan maksimal.

Pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan, terus diarahkan pada area-area sentra produksi agar tidak terjadi ekonomi biaya tinggi yang membebani daya saing produk unggulan daerah.

"Karena itu dalam silaturahmi dan berwisata tetap mematuhi protokol kesehatan agar pandemi cepat berlalu, dan pembangunan bisa lebih laju," katanya.

Baca juga: Wali Kota Surabaya: Idul Fitri jadi tonggak semangat gerakkan ekonomi
Baca juga: Anggota DPR: Perayaan Idul Fitri 2022 perlu disyukuri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel