Bupati Jember paparkan potensi kelautan kepada Luhut

·Bacaan 1 menit

Bupati Jember Hendy Siswanto memaparkan potensi kelautan di wilayahnya kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kemenko Marves di Jakarta, Jumat (8/10) sore.

"Insyaallah pertengahan Oktober nanti akan ada pembahasan teknis dengan mengundang pihak Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi," kata Hendy dalam rilis yang diterima di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu.

Kunjungan kerja Bupati Jember ke Kemenko Marves selain agenda utama untuk melaporkan kondisi dan situasi Jember terkait pelaksanaan PPKM Jawa Bali, juga dibahas dalam pertemuan itu adalah kesiapan Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun dan mengembangkan potensi kelautan yang ada.

"Rencana pengembangan potensi kelautan yang dimaksud ialah pembangunan pelabuhan dan dermaga untuk angkutan barang dan perikanan," katanya.

Ia menjelaskan Pemkab Jember akan bekerjasama dengan investor untuk fokus pada pembangunan pelabuhan angkutan barang, sementara nanti dari Provinsi Jawa Timur yang akan fokus pada pelabuhan untuk perikanan dan nelayan.

"Hal itu merupakan sinergi dan kolaborasi yang tepat agar potensi kelautan di wilayah pesisir selatan Jember akan terdorong maksimal," katanya.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap Kabupaten Jember segera bangkit mengejar ketertinggalan pembangunan lintas sektor.

Kemenko Marves juga menyambut positif upaya pengembangan potensi kelautan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember, sehingga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian di kawasan pesisir di wlayah setempat.

Baca juga: Bupati Jember tanggapi pandangan umum fraksi terkait raperda prioritas

Baca juga: Bupati Jember menargetkan raih WTP atas LKPD tahun 2021

Baca juga: Jalan berliku Bupati Jember tata birokrasi dan bahas APBD 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel