Bupati Kaget Ada Pemindahan Sungai

TRIBUNNEWS.COM, MUARA TEBO - Perusahaan pertambangan batu bara di Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay, Tebo Jambi, diduga melanggar aturan pemerintah. Seperti diberitakan Tribun Jambi sebelumnya, Perusahaan PT Dwi Ghita Karya Mandiri memindahkan aliran Sungai Sekalo yang selama ini sumber air warga.

Terkait adanya pengalihan aliran sungai tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten (pemkab) Tebo merasa kecolongan.

Bupati Tebo Sukandar ditemui di ruangan kerjanya, Senin (10/10/2011) terlihat terkejut dengan informasi tersebut. Sukandar yang baru dilantik sebagai Bupati Tebo akhir Agustus lalu, langsung menghubungi Kepala Dinas ESDM Tebo Zainuddin via telepon.

Lewat telepon Sukandar langsung menanyakan Kepada Kadis ESDM, bahwa di Desa Suo-suo ada perusahaan yang telah memindahkan aliran sungai. Lewat telepon Sukandar ingin tahu kenapa hal itu bisa terjadi.
"Tolong cek ke lokasi. Saya tidak mau masyarakat menjadi korban. Apa lagi saat ini telah masuk musim hujan," kata Sukandar dengan nada tegas kepada Kadis ESDM via telepon kemarin.

Sukandar khawatir dampak dari penyempitan sungai bisa menyebabkan banjir. Menurutnya kalau ada perusahaan yang melakukan pemindahan aliran sungai, berarti telah menyalahi aturan. Apa lagi katanya, selama ini dirinya belum pernah mengeluarkan izin.
"Saya juga akan turun ke lokasi, untuk melihat hal itu," katanya. Sukandar berjanji akan melihat langsung ke lokasi pada Jumat depan.

Diungkapkannya, jika benar perusahaan tersebut telah melangar aturan. Maka, dirinya akan memberikan tindakan tegas. "Kalau memang menyalahi aturan kita akan tindak tegas," ujarnya. Sukandar pun langsung mencatat nama perusahaan yang diduga telah melanggar aturan itu.

Lokasi permukiman warga di Kecamatan Sumay yang dialiri Sungai Sekalo terancam banjir menjelang datangnya musim hujan. Aliran Sungai Sekalo di kawasan tersebut, dipindahkan oleh perusahaan batu bara, yang beroperasi di sana. Desa yang terancam banjir di antaranya, Muara Sekalo, Suo-suo dan sejumlah desa di sekitarnya.

Informasi yang berhasil diperoleh Tribun, sepanjang lebih kurang 500 meter aliran sungai Sekalo dipindahkan dari jalur asalnya, pada penghujung 2009 lalu. Alur sungai lama memiliki lebar sekitar 20 meter, sedangkan alur yang baru hanya memiliki lebar kurang lebih 5 meter.

Pemindahan alur diduga dilakukan karena di kawasan aliran Sungai Sekalo kaya kandungan batu bara. Menurut keterangan warga, aktivitas pengerukan dan pemindahan sungai sudah berlangsung lama. (pit/men)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.