Bupati Kapuas Hulu minta camat siapkan posko pengungsian korban banjir

Bupati Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Fransiskus Diaan meminta camat menyiapkan posko pengungsian untuk mengantisipasi apabila diperlukan saat situasi darurat akibat bencana banjir yang saat ini sedang melanda sejumlah wilayah di Kapuas Hulu.

"Kapuas Hulu tanggap darurat bencana dan kami sudah menyurati para camat agar menyiapkan posko pengungsian, jadi jika kondisi darurat bisa digunakan masyarakat," kata Fransiskus Diaan di Putussibau Kapuas Hulu, Jumat malam.

Fransiskus mengatakan, di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu rata-rata banjir merendam dataran rendah pesisir Sungai Kapuas, bahkan ada sejumlah daerah sudah lebih satu bulan direndam banjir seperti di Kecamatan Semitau dan daerah pesisir lainnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Kamis (17/11), saat ini banjir melanda 75 desa di 13 kecamatan wilayah Kapuas Hulu.

Baca juga: Bupati Kapuas Hulu minta kades laporkan data warga terdampak banjir

Akibat banjir itu sebanyak 4.647 rumah dan 370 fasilitas umum terendam dan 13.301 kepala keluarga dengan jumlah 42.903 jiwa terdampak banjir, dengan kedalaman air rata-rata satu hingga tiga meter.

Adapun 13 kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Bika, Kalis, Embaloh Hilir, Bunut Hilir, Jongkok, Selimbau, Semitau, Suhaid, Silat Hilir, Batang Lupar, dan Kecamatan Badau.

"Kami selalu melaporkan kondisi banjir terkini kepada BPBD Provinsi Kalbar dan BNPB," kata dia.

Fransiskus mengatakan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu juga sudah menyurati para camat terkait peringatan dini bencana alam terutama banjir.

Baca juga: Bupati Kapuas Hulu imbau masyarakat jaga keselamatan saat banjir

Selain itu, Kapuas Hulu juga sudah ditetapkan status tanggap darurat dan mengaktifkan kembali Posko Komando Satgas Batingsor, sebagai langkah untuk memudahkan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Tagana, TRC, Pramuka serta tim relawan lainnya.

"Kepala desa juga sudah minta untuk segera melaporkan data korban banjir yang terjadi di desanya masing-masing," ucap Fransiskus.

Menurut Fransiskus, pihaknya bersama sejumlah dinas terkait juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik banjir sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

"Logistik bantuan bencana juga telah disalurkan berdasarkan data yang ada di BPBD Kapuas Hulu," katanya.

Kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, Fransiskus mengimbau untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, karena berdasarkan informasi BMKG intensitas curah hujan masih tinggi hingga Desember mendatang, sehingga tidak menutup kemungkinan banjir masih terus terjadi.

Baca juga: Kapuas Hulu tetapkan status tanggap darurat banjir

"Jaga kesehatan dan keselamatan terutama anak-anak harus benar-benar diawasi, jangan sampai ada korban jiwa dan kita sama-sama berdoa agar banjir segera surut," kata Fransiskus.

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyerahkan bantuan sembako dan meninjau kondisi banjir di Desa Nanga Kenepai Kecamatan Semitau wilayah Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, yang sudah lebih dari sebulan direndam banjir, Jumat (18/11/2022). ANTARA/HO-Prokopim Setda Kapuas Hulu. (Teofilusianto Timotius)
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyerahkan bantuan sembako dan meninjau kondisi banjir di Desa Nanga Kenepai Kecamatan Semitau wilayah Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, yang sudah lebih dari sebulan direndam banjir, Jumat (18/11/2022). ANTARA/HO-Prokopim Setda Kapuas Hulu. (Teofilusianto Timotius)