Bupati Kediri Klaim Siap Terapkan Belajar Tatap Muka

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan persiapan sekolah untuk penerapan protokol kesehatan menjelang penerapan kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran secara tatap muka di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, saat masih pandemi COVID-19.

"Sebenarnya kalau secara protokol kesehatan kami siap dan alhamdulillah guru sudah divaksin. Saya minta ke kepala dinas kesehatan fokus ke tenaga pengajar, karena kegiatan belajar mengajar harus mulai digelar tatap muka," katanya saat memantau pelaksanaan ujian sekolah di SMPN Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis, 25 Maret 2021.

Ia mengakui pelaksanaan sekolah secara daring juga banyak dikeluhkan para siswa terlebih lagi soal kuota telepon seluler. Banyak siswa yang keberatan yang dengan kuota yang harus dikeluarkan.

Selain itu, siswa SD dan SMP juga terkendala terlebih lagi saat ujian. Untuk pelajar tingkat SMA sudah terbiasa menggunakan teknologi sehingga dengan mudah mengikuti sekolah daring, dilansir dari Antara.

Namun, pihaknya juga belum bisa memberikan keputusan mulai untuk pembelajaran secara tatap muka ini. Ia masih harus mengevaluasi proses ujian yang berlangsung di sekolah dan baru mengambil keputusan.

"Kita lihat dulu bagaimana proses yang berjalan hari ini. Nanti pada saat ujian ini sudah selesai, semoga tidak ada kendala apa-apa dan baru kami putuskan," ujar dia.

Sementara itu, terkait dengan ujian tatap muka di SMPN Ngasem, Kabupaten Kediri, Bupati mengatakan sudah berjalan dengan baik. Dari pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di pintu masuk dilakukan pengecekan suhu tubuh, ada tempat cuci tangan, termasuk pelajar dan guru juga menggunakan masker.

5 Shift Masuk Sekolah

Aktivitas siswa saat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN Pekayon Jaya VI, Bekasi, Rabu (24/3/2021). Jumlah siswa pun dibatasi hanya 15 orang tiap kelas dan wajib mengenakan masker baik murid maupun guru. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Aktivitas siswa saat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN Pekayon Jaya VI, Bekasi, Rabu (24/3/2021). Jumlah siswa pun dibatasi hanya 15 orang tiap kelas dan wajib mengenakan masker baik murid maupun guru. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ia juga sempat mempertanyakan saat pergantian sift antara yang pertama dan kedua, yang dikhawatirkan siswa saling bertemu ternyata dari pihak sekolah sudah membuat jalur yang berbeda.

"Ternyata dari sekolah sudah membuatkan jalur yang berbeda. Siswa yang pulang dengan siswa yang baru datang tidak akan bertemu. Yang saya takutkan, jika siswa bertemu dengan temannya pasti ada interaksi dan takutnya menjadi klaster baru. Ini yang kita hindarkan. Tapi, ini sudah dipikirkan pihak sekolah, tinggal kawal prosesnya," kata Mas Bup, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMPN Ngasem, Kabupaten Kediri Andriyani mengatakan untuk ujian memang digelar daring di sekolah. Hal itu untuk memastikan ujian benar-benar diselesaikan oleh para siswa.

Ia mengatakan, ujian digelar mulai 22 Maret hingga 5 April 2021. Terdapat 11 mata pelajaran yang diujikan termasuk muatan lokal.

Ia menjelaskan, ada 10 kelas di sekolah itu dan siswa dibagi menjadi lima sift. Sementara dalam satu kelas mereka dibagi menjadi tiga ruangan, sehingga satu ruangan terdapat maksimal 12 anak.

"Anak-anak ujian daring di sekolah. Semuanya pakai telepon seluler, ada wifi di sekolah," kata Andriyani.

Ia juga menegaskan tidak ada kesulitan saat ujian berlangsung. Bagi anak-anak yang telepon selulernya bermasalah bisa menggunakan komputer jinjing milik sekolah. Dengan kesiapan itu, saat KBM diberlakukan nantinya dari sekolah juga sudah siap.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

vidio:Belajar Tatap Muka, Sekolah Beli Genose C-19