Bupati Kolaka Enggan Diperiksa Penyidik Kejagung

Jakarta (ANTARA) - Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara, Buhari Matta sebagai tersangka Izin Kuasa Pertambangan (KP) dalam areal kawasan Konservasi Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Lemo tanpa ada izin Menteri Kehutanan, Kamis enggan diperiksa penyidik Pidsus Kejaksaan Agung karena tidak didampingi kuasa hukumnya.

Kendati demikian, orang nomor satu di Kabupaten Kolaka itu sejak Kamis (3/1) pagi tetap memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi Gedung Bundar atau Gedung Pidsus Kejagung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Ari Muladi di Jakaa, Kamis, membenarkan Bupati Kolaka tersebut memenuhi panggilan penyidik namun dirinya berpijak bahwa sesuai KUHAP dalam pemeriksaan harus didampingi kuasa hukumnya.

"Karena itu, dia akan menunjuk dahulu kuasa hukumnya. Memang di dalam KUHAP dalam pemeriksaan tersangka itu harus didampingi kuasa hukumnya," katanya.

Karena itu, kata dia, pemeriksaan terhadap Bupati Kolaka dijadwalkan ulang pada 10 Januari 2012 mendatang.

Sebelumnya, penyidik Kejagung telah menetapkan tersangka terhadap Buhari Matta terkait dugaan kasus penerimaan dana suap, sejak 8 Juli 2011.

Kejagung menjelaskan Buhari Matta diduga melakukan tindak korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp5 miliar.

Buhari diduga mengeluarkan surat izin kuasa pertambangan biji nikel Nomor 146 Tahun 2007 tertanggal 28 Juni 2008 di kawasan konservasi pertambangan Pulau Lemo.

Surat izin kuasa pertambangan nikel tersebut, diduga tanpa persetujuan Menteri Kehutanan. Penyidik menjerat Buhari dengan Pasal 2 juncto Pasal 2 UU Tindak Pidana Korupsi.

Selain Buhari, Kejagung juga menetapkan tersangka terhadap pengusaha PT Kolaka Mining Internasional berinisial AS. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.