Bupati Konawe Utara serahkan bonus peraih medali emas PON

·Bacaan 2 menit

Bupati Konawe Utara Ruksamin menyerahkan bonus untuk atlet dayung Julianti dan Aulia Galib yang sukses menyumbang medali emas bagi kontingen PON Sulawesi Tenggara.

"Nilai bonus yang kami berikan tidak seberapa namun sebagai wujud perhatian kepada atlet yang mengharumkan daerah di pentas olahraga nasional," kata Ruksamin yang menyerahkan bonus itu sesaat setelah Julianti dan Aulia Galib turun dari pesawat di bandar udara Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan, Minggu malam (10/10).

Pedayung rowing putri Julianti sukses menyumbangkan tiga medali emas sedangkan rekannya Aulia Galib menyumbangkan 2 medali emas.

Baca juga: Pedayung Pelatnas aset Sultra untuk hadapi PON XX Papua

Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menyiapkan bonus Rp25 juta bagi setiap orang peraih medali emas.

Selain mendapatkan bonus dari pemerintah daerah juga Julianti dan Aulia Galib sebagai putri kelahiran Bumi Oheo Konawe Utara menerima tali asih dari investor PT Tiran Grup sebesar Rp50 juta.

Ruksamin berpesan kepada Julianti dan Aulia Galib agar tidak berpuas diri atas raihan 3 keping medali emas bagi Julianti dan 2 keping medali emas bagi Aulia Galib.

"Kalian telah mengharumkan Sultra di pentas nasional sekelas PON. Masyarakat Sultra bangga terhadap kalian karena juga tercatat sebagai atlet nasional yang mengangkat kehormatan Bangsa Indonesia di ajang tingkat dunia," kata Ruksamin.

Baca juga: Hasil dayung hari ini: Riau, Sultra, dan Papua tambah satu emas

Pedayung Julianti mengatakan sukses meraih medali emas berkat latihan keras dan ketabahan menjalani latihan berkepanjangan.

"Saya berharap ada regenerasi atlet sehingga Sultra tetap diperhitungkan di arena PON, khususnya cabang olahraga dayung," kata Julianti yang juga atlet nasional.

Ayah Julianti, Mahaseng sangat bangga atas prestasi putrinya merebut medali emas, baik di PON, SEA Games dan iven tingkat dunia yang pernah diikuti.

"Siapa pun orang tua pasti bangga dan bersyukur memiliki anak yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa," kata Mahaseng seorang petani di kampungnya.

Baca juga: PODSI Sultra bawa perahu sendiri ke PON Papua
Baca juga: Merasa gagal, Ketum Podsi Jambi berhenti dari jabatannya

Baca juga: Pelatih rowing: PON Papua dimanfaatkan untuk pencarian bibit potensial

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel